Panduan Cara Budidaya Cupang Step by Step Kualitas Unggulan

Cara Budidaya Cupang – Jumpa lagi bersama kami dalam SuksesBudidaya, dalam kesempatan kali ini kami akan membagikan sebuah artikel mengenai Cara Budidaya Cupang. Cupang adalah salah satu jenis ikan air tawar, Jenis ikan seperti ini sudah cukup banyak dibudidayakan. Ikan yang memiliki nama latin Betta sp. Untuk perawatan jenis ikan ini cukup mudah dibandingkan dengan perawatan ikan laiinya. Ikan ini juga cukup tangguh untuk bertahan hidup pada wadah dengan sedikit air dan tanpa menggunakan alat sirkulasi udara untuk memberikan oksigen.

 

Cara Budidaya Cupang

Cupang sendiri berasal dari berbagai daerah di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Jenis cupang sendiri sangat banyak, bahkan hingga mencapai 73 spesies. Namun, orang-orang lebih suka mengelompokannya ke dalam 3 jenis yakni cupang hias, cupang aduan, dan cupang liar. Label cupang hias dan aduan biasanya disematkan pada ikan cupang yang sudah dipelihara dan dibudidayakan. Sedangkan cupang liar merupakan ikan cupang yang masih alami dan hidup di alam liar seperti di sawah, rawa, selokan, danau, dan lainnya.

 Artikel Terkait Panduan Lengkap Cara Budidaya Bebek Petelur Step by Step

Jenis Jenis Cupang Kualitas Unggulan

Berikut Jenis – Jenis Cupang dengan Kualitas Unggulan :

  1. Halfmoon

Halfmoon atau bulan sepotong merupakan salah satu jenis cupang yang cukup populer. Ikan ini memiliki sirip dan dan ekor yang tampak menyatu satu sama lainnya. Sirip dan ekornya tersebut membentuk pola setengah lingkaran yang mirip dengan bentuk bulan sepotong.

Cupang halfmoon cukup banyak dipelihara karena bentuk dan warnanya yang sangat indah. Warna tubuh yang dimiliki oleh cupang ini sangat beragam, mulai dari merah, biru, ungu, hijau, dan masih banyak lagi. Harga cupang halfmoon juga tergolong murah, yakni sekitar Rp 5000 sampai Rp 30.000 untuk bentuk dan corak yang standar.

  1. Double Tail

Cupang jenis double tail ini secara sekilas mirip dengan cupang halfmoon. Bedanya, ikan ini mempunyai ekor yang terbelah atau bercagak dua. Karen karakteristiknya itulah ikan ini akhirnya dinamai dengan double tail alias ekor ganda.

Ikan ini memiliki variasi warna yang cukup beragam. Namun sayangnya cupang double tail termasuk yang sulit untuk dibudidayakan. ikan ini cukup langka di pasaran dan biasanya juga dijual dengan harga yang lebih mahal dari jenis cupang lainnya.

  1. Crown Tail

Cupang hias lainnya yang cukup banyak diminati adalah crown tail. Di Indonesia ikan cupang ini juga sering dinamai dengan cupang serit. Ikan cupang ini sangat mudah sekali dibedakan dari yang lainnya karena karakteristik ekornya yang sangat unik.

Ya, cupang serit memiliki ekor yang menyerupai mahkota (crown). Ekor mahkota tersebut merupakan tulang-tulang ekornya yang memiliki serit terpisah-pisah antara satu dan yang lainnya. Ikan ini juga memiliki berbagai macam warna yang sangat indah.

Serit yang terdapat pada ikan ini ada yang membungkus satu tulang ekor dan ada juga yang membungkus dua atau lebih. Ikan ini banyak dipertandingkan di kontes ikan cupang baik skala nasional maupun skala internasional.

  1. Plakat

Plakat adalah jenis cupang aduan yang paling banyak dijual di pasaran saat ini. Plakat sendiri diambil dari bahasa Thailand yang artinya “tarung”. Konon, tradisi adu ikan cupang sendiri awal mulanya berasal dari negara Thailand sehingga ikan cupang aduan banyak diasosiasikan dengan negara tersebut.

Ikan jenis ini sangat mudah dikenali karena memiliki ciri sirip dan ekornya yang pendek. Warna dari ikan ini juga tidak terlalu mencolok seperti yang lainnya. Tubuhnya cukup besar dan kokoh sehingga sangat pas untuk dijadikan sebagai petarung. Ikan ini juga akan bergerak sangat agresif apabila melihat musuh di dekatnya.

  1. Giant

Jenis cupang yang terakhir ini sebenarnya tidak dilihat dari ekor ataupun siripnya, namun lebih kepada ukurannya. Ya, cupang giant merupakan sebutan untuk ikan cupang yang memiliki badan yang jauh lebih besar daripada cupang biasanya.

Cupang ini merupakan persilangan dari berbagai macam jenis cupang. Maka dari itu, semua jenis ikan di atas juga dapat menjadi cupang giant, seperti halfmoon giant, crown tail giant dan lainnya. Konon, ikan cupang giant ini ada yang panjangnya bisa mencapai 12 cm lho. Karena ukurannya yang besar ini, maka harganya juga lebih mahal dari ikan cupang biasa.

  1. Cupang Liar

Cupang liar sebenarnya hanyalah julukan bagi cupang yang hidup liar di alam bebas karena sebenarnya cupang yang dibudidayakan saat ini juga awalnya adalah cupang liar. Cupang ini bisa ditemui di rawa, sawah, selokan, dan lainnya.

Yang menjadikan cupang liar ini unik adalah keasliannya. Artinya, cupang ini belum banyak disilangkan sehingga corak dan bentuknya masih alami. Jika beruntung, Anda bahkan bisa menemukan cupang liar dengan bentuk yang sangat unik dan belum pernah dijumpai sebelumnya.

 

 Artikel Terkait Panduan Lengkap Cara Budidaya Burung Puyuh Step by Step

 

Cara Membedakan Cupang Hias dan Aduan

Istilah ikan cupang hias dan cupang aduan sebenarnya lebih didasarkan pada karakteristik fisiknya saja. Pasalnya baik cupang hias ataupun aduan keduanya tetap memiliki sifat agresif dan akan menyerang jika ada musuh di dekatnya. Nah berikut adalah beberapa ciri utama dari cupang hias dan aduan:

  1. Cupang Hias

Cupang hias adalah salah satu ikan yang populer dan banyak di sukai oelh masyarakat akan keindahan warna tubuhnya. Ikan ini mempunyai banyak varian warna yang atraktif, mulai dari warna biru, merah, ungu dan campurannya. Ikan juga ini mempunyai model sirip dan bentuk ekor yang khas dan memiliki keunikan.

Untuk pergerakan ikan pada cupang hias sangat lambat dan lebih suka menghabiskan waktunya untuk menunjukan keindahan dengan cara mengibaskan siripnya serta ekornya. Selain untuk pajagan hiasan di aquarium ternyata cupang hias ini dapat dijadikan sebagai cupang aduan, namun jika dilakukan hal tersebut akan berdampak pada ekornya akan rontok selama aduan dimulai sehingga bentuk tidak tampak indah lagi.

 

  1. Cupang Aduan

Cupang aduan adalah jenis  ikan yang digunakan sebagai pertempuran. Di beberapa negara di Asia Tenggara ini bahkan banyak kontes mengadu ikan cupang. Namun uniknya mengadu ikan cupang merupakan dianggap sebagai tindak kejahatan di Amerika Serikat dan bisa dijatuhi hukuman.

Cupang aduan memiliki perawakan yang kokoh, dengan ukuran yang sama dari leher hingga ekornya. Bibir dari ikan ini juga cukup besar dan kokoh. Gerakannya sangat cepat dan agresif. Ketika musuh datang, ia akan langsung mengembangkan siripnya dan langsung menghajar musuhnya tersebut.

 

Cara Budidaya Cupang Kualitas Terbaik dan Unggulan

 

  1. Pemilihan Indukan Cupang

Cara Budidaya Cupang

Untuk memulai Cara Budidaya Cupang, tahapan yang paling awal adalah pemilihan indukan cupang. Hal ini dilakukan agar bisa mendapatkan kualitas bibit yang unggulan dan baik. Indukan yang baik harus berasal dari keturunan yang unggulan, dengan fisik tidak cacat, dalam keasaan bugar dan bebas dari penyakit. Simpanlah indukan jantan dan betina pada wadah yang terpisah.

Berikut cara memilih bibit cupang dengan kualitas unggulan diantaranya adalah :

  • Lihat sirip perut, ekor dan dubur apakah ada cacat.
  • Hindari sisik ikan yang ada luka.
  • Indukan jantan di cek tingkat agresifnya dengan mendekatkan jari tangan. Apabila indukan jantan memasuki mode menyerang karena melihat jari tangan Anda berarti indukan jantan tersebut berkualitas.
  • Tanyakan apakah indukan tersebut sudah pernah melakukan perkawinan atau belum.
  • Lihat mata ikan apakah ada bermasalah atau tidak.
  • Kondisi harus bugar, bebas penyakit atau cacat.

Cara Membedakan Cupang Jantan dan Cupang Betina, yaitu :

  1. Pada cupang jantan, gerakannya lincah dan cenderung indah. Sedangkan cupang betina nampak lamban dan lusuh.
  2. Sirip ekor pada cupang jantan lebih besar dan lebar. Pada cupang betina sirip ekor tampak kecil.
  3. Perut pada cupang jantan langsing, sedangkan cupang betina nampak berisi.

Sebelum pemijahan dilakukan, pastikan indukan jantan dan betina sudah masuk dalam fase matang gonad atau siap untuk dikawinkan. Adapun ciri-ciri indukan yang telah menunjukkan siap kawin adalah sebagai berikut.

 

Untuk cupang jantan:

  • Berumur setidaknya 4-8 bulan
  • Bentuk badan panjang
  • Siripnya panjang dan warnanya terang atraktif
  • Gerakannya agresif dan lincah

 

Untuk cupang betina:

  • Berumur setidaknya 3-4 bulan
  • Bentuk badan membulat, bagian perut sedikit buncit
  • Siripnya pendek dan warnanya kusam tidak menarik
  • Gerakannya lambat

Artikel Terkait Panduan Lengkap Cara Budidaya Lebah Madu Step by Step

  1. Poses Perkawinan

Berikut proses perkawinan dengan cara yang tepat dan benar :

  • Masukkan Pejantan di Wadah Selama 1 Hari

Masukkan terlebih dahulu ikan cupang yang jantan ke wadah pijah selama 1 hari agar terbiasa. Beri makan yang banyak agar ikan cupang jantan gemuk. Beri makan juga ikan cupang betina gemuk karena ketika proses pemijahan, ikan ini tidak makan apapun.

 

  • Kenalkan dengan Betina

Sebelum memasukkan ikan cupang betina ke dalam wadah pijah, pisahkan dulu pada wadah kaca yang berbeda. Untuk membuat ikan ini saling kenal maka biarkan ikan cupang jantan bisa melihat cupang betina.

Jika cupang jantan siap kawin, maka dia akan mengeluarkan buih-buih di sekitar tumbuhan apung yang Anda masukkan. Setelah buih cukup banyak barulah ikan cupang betina bisa dicampur ke wadah pemijahan.

 

  1. Pemijahan ikan cupang

Untuk melakukan pemijahan terlebih dahulu siapin pasangan cupang :

  • Siapkan pasangan yang akan dikawinkan dan siapkan 1 pasang lagi sebagai pasangan cadangan apabila tidak berjodoh.
  • Beri makan pasangan tersebut 2 kali sehari dengan pakan hidup atau beku seperti jentik nyamuk/cuk, kutu air, atau blood worm. Hindari pemberian cacing rambut pada ikan betina khususnya yang akan dipijahkan, karena berdasarkan pengalaman seringkali menyebabkan ikan betina sulit bertelur.
  • Tempatkan jantan dan betina dalam wadah yang berdampingan atau masukkan betina kedalam botol kemudian masukkan ketempat jantan bersama botol tersebut agar mereka dapat saling melihat. Biarkan mereka diisolasi selama lebih kurang 3 hari.

Persipin Wadah Untuk melakukan pemijahan seperti :

  • Anda dapat menggunakan wadah berupa aquarium, gentong atau ember/baskom plastik sebagai tempat pemijahan. Jangan gunakan tempat yang terlalu lebar.
  • Isi dengan air yang telah diendapkan dengan kedalaman antara 10 s/d 15 Cm. (4 s/d 5 inches). Ini dimaksudkan agar suhu air didasar tidak terlalu dingin, memudahkan si jantan merawat telur dan burayak yang jatuh dari busa. Suhu yang dibutuhkan antara 21 hingga 31 derajad Celcius, untuk pemijahan idealnya adalah 25 derajad Celcius.
  • Siapkan media pijah (substrat) bisa berupa tanaman air seperti Java Moss, daun ketapang kering, potongan styrofoam atau serabut rafia atau lembaran plastik bening tempat si jantan membuat busa/sarang untuk meletakkan telur.

 

Berikut langkah-langkah pemijahan cupang :

  • Isi tempat pemijahan dengan air bersih setinggi 10-15 cm. Seabagai catatan gunakan air tanah atau air sungai yang jernih. Endapkan terelebih dahulu air yang akan dipakai setidaknya selama satu malam. Hindari penggunaan air dalam kemasan atau air PAM yang berbau kaporit.
  • Tambahkan kedalam wadah tersebut tanaman air, sebagai tempat burayak berlindung. Tapi penempatan tanaman air jangan terlalu padat. Karena tanaman air berpotensi mengambil oksigen terlarut yang ada dalam air.
  • Masukkan ikan cupang jantan yang telah siap kawin. Biarkan ikan tersebut selama satu hari dalam wadah. Ikan cupang jantan akan membuat gelembung-gelembung udara. Gunanya untuk menyimpan telur yang sudah dibuahi. Untuk memancing si jantan membuat gelembung, masukkan ikan cupang betina tetapi dipisah. Caranya, ikan betina dimasukkan dalam gelas plastik bening (bekas gelas akua) dan benamkan ke dalam aquarium dimana ikan jantan berada.
  • Setelah indukan jantan membuat gelembung, masukkan indukan betina. Waktu pemijahan ikan cupang biasanya terjadi sekitar pukul 7-10 pagi atau pukul 4-6 sore. Ikan cupang cukup sensitif ketika kawin, sebaiknya tutup wadah dengan koran atau letakkan di ruang yang terhindar dari hilir mudik orang dan suara bising.
  • Setelah terjadi pembuahan angkat segera indukan betina, karena yang bertanggung jawab membesarkan dan menjaga burayak adalah cupang jantan. Dengan mulutnya si jantan akan memunguti telur yang telah dibuahi dan meletakkannya pada gelembung-gelembung tadi. Apabila indukan betina tidak diangkat, maka telur-telur yang telah dibuahi akan dimakan si betina.
  • Setelah kurang lebih satu hari telur-telur tersebut akan menjadi burayak. Selama 3 hari kedepan burayak tidak perlu diberi pakan karena masih ada nutrisi yang terbawa dalam telur. Ikan cupang jantan juga akan berpuasa selama menjaga burayak.
  • wwSetelah tiga hari terhitung sejak telur menetas, berikan kutu air (moina atau daphnia). Pemberian pakan jangan lebih banyak dari burayak karena pakan akan mengotori air dan menyebabkan kematian pada burayak.
  • Indukan jantan baru diambil setelah burayak berumur 2 minggu terhitung sejak menetas. Pindahkan burayak tersebut pada wadah yang lebih besar dan berikan kutu air yang lebih besar atau larva nyamuk.
  • Setelah 1,5 bulan, ikan sudah bisa dipilah berdasarkan jenis kelaminnya. Kemudian pisahkan ikan-ikan tersebut ke wadah pembesaran.

 

  1. Pakan ikan cupang

Cara Budidaya Cupang

Cara Budidaya Cupang pada tahapan ini adalah tahapan yang sangat menentukan untuk hasil kualitas cupang yang anda budidayakan. Pakan favorit yang biasa diberikan pada cupang adalah kutu air , cacing sutera dan larva nyamuk. Pakan sebaiknya diberikan sesering mungkin, misalnya 3-4 kali sehari. Semakin sering frekuensinya semakin baik. Lebih baik sedikit-sedikit tapi sering dari pada sekaligus banyak. Hal ini untuk mengurangi resiko penumpukan sisa pakan yang bisa mengakibatkan berkembangnya penyakit.

Kutu air bisa didapatkan di selokan-selokan yang tergenang, atau membelinya dari toko akuarium. Kalau tidak memungkinkan, kita bisa membudidayakan kutu air sendiri. Silahkan lihat cara budidaya kutu air daphnia dan moina.

Pemberian Pakan Cupang dengan Dosis yang Tepat :

  • Berikan Pakan dengan Ukuran yang Sama dengan Bola Matanya

Perut ikan cupang kurang lebih berukuran sama dengan bola matanya dan tidak boleh diberi makanan dengan porsi yang besar lebih dari satu kali. Hal ini berarti ikan harus diberi sekitar 3 cacing darah atau artemia setiap kali makan. Jika ikan diberi pelet, Anda bisa memberinya 2 sampai 3 pelet yang sudah direndam setiap kali pemberian pakan. Seekor ikan cupang bisa diberi makan dengan jumlah tersebut satu atau dua kali sehari.

  • Makanan kering (seperti cacing darah) disarankan untuk direndam sebelum diberikan ke ikan karena beberapa diantaranya mungkin mengembang di perut ikan cupang saat kering.

 

  • Kurangi Jumlah Pakan Apabila Tidak di habiskan

Jika ikan Anda tidak menghabiskan semua makanannya, kurangi jumlahnya. Jika Anda biasanya memberi empat butir pelet per ikan, cobalah untuk menguranginya menjadi tiga butir untuk sementara. Anda bisa kembali memberikan empat butir pelet jika ikan tampak makan dengan sangat cepat.

 

  • Bersihkan Makanan yang tidak dihabiskan Cupang

Pakan yang tidak dimakan bisa menarik bakteri yang tidak bagus bagi ikan dan zat kimia air di akuarium. Hal ini akan menjadi lebih bermasalah jika ikan memakan pakan yang telah basi.

  • Untuk membersihkannya, gunakan jaring kecil yang digunakan untuk mengangkat kotoran ikan atau memindahkan ikan ke wadah lain.

 

  • Beri Pakan Cupang Secara Teratur

Ikan cupang harus diberi makan setiap hari atau hampir setiap hari. Dua kali pemberian makan secara teratur dengan interval waktu yang sama akan cukup bagi ikan. Jika Anda memelihara ikan cupang di kantor dan tidak bisa memberinya makan di akhir pekan, ikan tersebut tidak akan apa-apa selama Anda memberinya makan selama lima hari per pekan. Ingatlah untuk tidak memberikannya pakan selama satu hari untuk menyesuaikan kebutuhannya. [4]

  • Ikan cupang membutuhkan waktu sekitar dua minggu untuk mati karena kelaparan. Jadi, jangan merasa panik jika ikan Anda tidak makan selama beberapa hari karena penyakit atau penyesuaian diri dengan rumah barunya. Namun, Anda tentu tidak boleh menguji batas seberapa lama ikan cupang bisa hidup tanpa makanan

 

  • Berikan ikan beragam jenis pakan

Di habitat aslinya, ikan cupang memangsa beragam hewan kecil. Pemberian satu jenis pakan yang sama selama waktu yang lama bisa membahayakan sistem imunnya dan menyebabkannya untuk makan dengan jumlah yang lebih sedikit.[kutipan diperlukan]

  • Anda bisa mengubah jenis pakannya sesering apa pun. Cobalah untuk memberikan ikan cupang setidaknya satu jenis pakan yang berbeda dari makanan normalnya paling tidak satu minggu sekali.

 

Artikel Terkait Panduan Lengkap Cara Budidaya Bebek Step by Step

  1. Perawatan ikan cupang

Berikut Cara Perawatan Cupang Secara Tepat dan Benar adalah :

  • Memilih Akuarium

Seperti disinggung di atas, ikan cupang dapat hidup di akuarium dengan ukuran apa saja. Namun karena cupang merupakan jenis ikan soliter, maka lebih baik untuk memeliharanya di akuarium yang kecil saja, seperti yang berdiameter 20 x 15 x 15 cm.

Dikhawatirkan jika kita memeliharanya di akuarium yang besar hanya akan membuang-buang tempat saja karena ikan cupang sulit untuk diletakan dalam satu tempat bersama-sama. Mereka biasanya akan adu jotos jika ditempatkan bersama-sama.

Akuariumnya tersebut dapat dibiarkan polos atau ditambah dengan batu dan tanaman palsu agar tampak lebih berwarna. Silakan letakan akuarium tersebut di tempat dengan suhu yang stabil, tidak terlalu panas dan juga tdak terlalu dingin.

 

  • Kualitas Air Akuarium

Selanjutnya untuk urusan air akuarium tersebut, sangat disarankan untuk menggunakan air sumur. Pasalnya air sumur memiliki karakteristik yang tidak jauh berbeda dengan habitat asli ikan cupang yaitu di sawah dan rawa-rawa.

Namun jika tidak ada air sumur, maka penggunaan air PAM atau sumber air lainnya juga tidak menjadi masalah. Akan tetapi disarankan untuk mendiamkan dulu air tersebut di ember atau sejenisnya sebelum memasukannya ke akuarium ikan cupang.

Selanjutnya gantilah air tersebut minimal 3 hari sekali. Anda juga dapat mengganti airnya setiap dua hari atau bahkan setiap hari. Konon ikan cupang akan jauh lebih baik pertumbuhannya jika kita rajin mengganti airnya setiap hari.

Sebelum mengganti airnya, silahkan pindahkan terlebih dahulu ikan cupang Anda ke wadah penyimpanan sementara. Pindahkan ikan cupang tersebut dengan menggunakan saringan khusus ikan. Jangan memindahkannya dengan tangan karena bisa merusak sirip dan ekornya yang indah.

Setelah dipindahkan, silahkan bersihkan akuarium tersebut dari kotoran ikan dan juga lendir-lendir yang menempel. Namun ingat, jangan mencucinya dengan sabun atau deterjen karena dapat meracuni ikan cupang. Cukup bersihkan dengan sponge hingga bersih.

Jika terdapat batu dan aksesoris lainnya, bersihkan juga semuanya. Setelah selesai silahkan isi kembali dengan air lalu tunggu beberapa saat agar airnya sesuai dengan suhu kamar. Setelah itu, silahkan masukan kembali ikan cupangnya.

 

  • Menjemur Cupang

Menjemur ikan cupang juga merupakan salah satu aktivitas yang dapat sekali-kali Anda lakukan. Penjemuran ini bertujuan agar ikan lebih fresh sekaligus membunuh bakteri dan jamur yang ada di kulit dan akuariumnya.

Penjemuran ikan ini hukumnya tidak wajib, hanya sesekali saja. Selain itu ikan cupang yang memiliki warna hitam yang dominan sebaiknya tidak dijemur karena dapat membuatnya panik. Mungkin warnanya yang hitam membuatnya lebih peka dalam menyerap panas matahari.

Penjemuran ini sebaiknya dilakukan pada pukul 8 hingga 10 pagi. Lakukanlah penjemuran selama 15 hingga 30 menit. Jika ikan cupang tampak panik ketika dijemur, maka cepat pindahkan ke tempat yang teduh hingga ia merasa nyaman kembali.

 

  • Memberikan Makanan

Terdapat banyak jenis makanan yang disukai oleh ikan cupang, mulai dari makanan alami hingga makanan yang diolah oleh manusia. Untuk mengetahui apa saja makanan yang cocok untuk ikan cupang, silahkan simak artikel ini.

Untuk memberi makan ikan cupang Anda cukup menaburkannya ke dalam akuarium. Pastikan ikan cupang melihat Anda ketika memasukannya agar ia langsung menyergapnya. Ikan cupang sendiri lebih suka memakan makanan yang mengambang di atas permukaan air.

Berikanlah makanan ikan cupang tersebut secara bertahap. Jika makanan yang Anda beri sudah habis, berikan kembali dengan jumlah yang lebih sedikit dari yang pertama. Jangan memberi makanan terlalu banyak karena makanan yang tersisa dapat mengotori akuarium dan memicu timbulnya penyakit.

Untuk jadwal pemberian makannya, pastikan Anda selalu memberikannya secara rutin pada waktu yang sama agar ikan cupang dapat teratur pola hidupnya. Waktu yang baik untuk memberi makan ikan adalah dua kali sehari di waktu pagi dan sore. Jangan memberikan ikan di malam hari karena akan mengganggu pola tidurnya.

 

  • Daun Ketapang

Daun ketapang banyak digunakan untuk keperluan perawatan ikan cupang. Jika Anda melihat ikan cupang tampak gelisah dan mondar-mandir ke sana ke mari, maka masukanlah beberapa helai daun ketapang secukupnya. Setelah itu tutuplah akuariumnya dengan plastik hitam agar ikannya kembali tenang seperti semula.

Selain untuk menenangkan cupang yang gelisah, daun ketapang juga dapat Anda gunakan untuk memberikan efek alami di akuariumnya. Namun jangan terlalu banyak memasukan daun ketapang karena justru akan membuat airnya gelap dan keindahan ikan cupang menjadi tidak terlihat.

 

  • Cara Melatih Ikan Cupang

Terdapat beberapa macam metode yang dapat Anda gunakan untuk melatih ikan cupang aduan. Yang pertama adalah dengan menaruhnya di jantur yaitu berupa wadah plastik yang memanjang ke atas. Latihan ini akan memperkuat nafasnya sehingga tidak akan mudah menyerah ketika adu ciuman hingga ke dasar akuarium.

Cara yang kedua adalah dengan menaruhnya di toples bulat kemudian putar-putar airnya berlawanan dengan arah jarum jam. Metode latihan ini dipercaya akan memperkuat fisik dan juga stamina dari ikan cupang.

Cara yang terakhir adalah dengan menaruhnya di dalam toples yang tertutup. Setelah itu, kocoklah toples tersebut ke segala arah selama 10 detik. Diamkan selama 30 detik lalu kocok kembali selama 10 detik. Latihan ini akan memperkuat mental cupang sehingga lebih berani melawan siapapun.

Selama proses pelatihan gunakanlah air bersih yang dicampur dengan daun ketapang. Lakukanlah latihan secara bertahap agar ikan cupang Anda tidak kelelahan. Jika tampak tanda-tanda kelelahan maka hentikanlah latihan tersebut dan ulangi lagi keesokan harinya.

 

Demikian yang dapat kami sampaikan untuk kesempatan kali ini mengenai Cara Budidaya CupangSemoga apa yang kami sajikan ini dapat memudahkan anda dalam membudidayakan cupang, khususnya bagi pemula dan bermanfaat untuk semua orang. TerimaKasih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *