Panduan Cara Budidaya Cacing Darah Step by Step

Cara Budidaya Cacing Darah – Cacing darah atau bahasa kerennya bloodworm yang lebih dikenal dengan nama cacing sutera. Hal ini dikarenakan cacing darah dan cacing sutera memiliki kesamaan yaitu sama-sama berwarna merah. Walaupun cacing darah mempunyai warna merah tetapi hewan ini termasuk larva dari serangga nyamuk jenis Chironomus yang merupakan jenis nyamuk penghisap nektar bunga.

 

Cara Budidaya Cacing Darah

Larva chironomus atau lebih dikenal cacing darah merupakan serangga yang termasuk kedalam jenis golongan nyamuk. Chironomus dapat mengalami methamorfosis sempurna karena memiliki empat tahapan hidup yaitu dari telur, larva, kepompong, dan dewasa. Sebelum anda melangkah ke bagaimana cara budidaya cacing darah,sebaiknya mengetahui atau mengenal apa itu cacing darah. Mari kita simak urain dibawah ini tentang cacing darah.

 

Mengenal Apa Cacing Darah Itu ?

Jika mendengar jenis cacing yang satu ini mungkin anda merasa takut bukan.  Apa benar cacing darah itu ada di dalam daarah? Jawabannya pasti ada. Cacing darah dapat disebut dengan schystosoma japonicum. Sementara dikalangan bagi para pemelihara dan pemancing ikan cacing darah lebih dikenal dengan nama larva Chironomus sp. Mungkin anda bertanya, Apakah perbedaan kedua cacing darah tersebut? Mari kita simak penjelasannya berikut ini.

  • Schystosma Japonicum

Di pandang dari sudut kajian ilmiah cacing darah ini  pantas disebut dengan si Schystosma Japonicum. Cacing darah ini masuk kedalam golongan cacing pipih dan termasuk kedalam bagian  dari cacing parasit yang hidupnya menumpang pada inangnya. Cacing darah ini kebanyakan dijumpai pada daerah Sulawesi dan mampu bertahan hidup dalam pembuluh vena babi, anjing, binatang pengerat, kucing, sapi bahkan manusia sekalipun.

Berikut ini Klasifikasi Secara Ilmiah Cacing Darah :

  • Kerajaan: Animalia
  • Filum: Platyhelminthes
  • Kelas: Trematoda
  • Upakelas: Digenea
  • Ordo: Strigeidida
  • Genus: Schistosoma
  • Spesies: Schistosma Japonicum

Siklus hidup cacing darah kurang lebih tidak berbeda dengan halnya cacing hati. Perlu anda ketahui bahwa telur yang meraka hasilkan jumlahnya sama melimpah sebab keluarnya bersamaan dengan kotoran. Setelah itu,cacing pada kotoran tersebut akan menetas di dalam air. Oleh karena itu, dianjurkan untuk meminum air yang telah direbus hingga mendidih,hal ini bertujuan supaya bebas dari serangan cacing darah ini.

Cacing darah mampu memperbaiki dan memelihara jaringan tubuhnya. Ia juga dapat membuat rumah sendiri serta memiliki pasangan monogami. Cacing darah yang kelaminnya betina mampu betelur secar terus menerus dan hasilnya jumlahnya hingga ratusan setiap harinya.

Jangan anda sampai terinfeksi pada cacing darah ini,jika terjangkit oleh cacing ini anda akan terkena penyakit yang serius. Ternyata cacing ini sudah dilibatkan sebagai pembunuh kedua setelah penyakit malaria di kawasan Afika dan Asia.  Jika seseorang terserang oleh cacing darah ini perlahan lahan ia akan mengalai penyakit yang kronis seperti kerusakan hati,ginjal,kelainan jantung,limpa, dan kantung kemih. Jika anak-anak yang terserang maka akan membuat pertumbuhan si anak terganggu.

  • Larva Chironomus Sp

Ternyata istilah “Cacing Darah” sudah lama melekat pada si larva chironomus sp. Sebenarnya pemberian nama cacing ini keliru karena cacing ini bukan termasuk kedalam golongan hewan cacing. Cacing ini termasuk kedalam golongan serangga  sebabia termasuk kelompok family nyamuk. Jika dilihat secara sekilas mata memang cacing ini terlihat seperti cacing.Cacing darah tau yangsering dikenal denagan nama bloodworm ini adalah larva dari Chironomus. Hewan ini memang memiliki sklus empat tahapan hidup yaitu dari telur, larva, kepompong dan dewasa.

Setelah beerapa menyimak uraian diatas,langsung saja dibawah ini uraian tentang bagaimana cara budidaya cacing darah dengan hasil yang melimpah.

Artikel Terkait : Paduan Cara Budidaya Udang Hias Step by Step

Cara Budidaya Cacing Darah Dengan Hasil Yang Melimpah

Beriikut ini cara budidaya cacing darah yang dapat anda terapkan di budidaya cacing darah anda dari pembibitan cacing darah, media pembudidayaan cacing darah hingga pemanenan cacing darah.

  1. Pembibitan Cacing Darah

Cara budidaya cacing darah sendiri untuk mendapatkan bibitnya sangatlah gampang, anda cukup membelinya dipasar hewan ataupun toko ikan hias. Anda juga dapat menemukan bibit cacing darah di daerah persawahan yang berlumpur,tetapi jika untuk dijadikan bibit anda harus memilih bibit cacing darah yang berkualitas

Ada bebebrapa tahapan untuk mendapatkan bibit cacing darah secara langsung :

  • Memperhatikan sebelum cacing darah untuk dijadikan bibit, Carilah bibit cacing darah yang berkualitas unggulan dan memiliki daya tahan yang cukup. Biasaya cacing darah dapat anda temukan disekitar gumpalan pada cacing darah yang menyerupai rambut yang bergerak-gerak.
  • Memisahkan sebuah gumpalan cacing darah ari cacing darah yang lainnya lalu dipindahkan ke dalam sebuah wadah atau tempat yang sudah berisikan air bersih.
  • Kegiatan pemindahan tersebut bertujuan untuk mengkarantina supaya cacing darah dapat terhindar dari berbagai macam bakteri maupun logam yang yang tersimpan didalamnya.
  • Metode karangtina ini harus dilakukan selama kurang lebih 2 sampai 3 hari dan selama kegiatan karangtina dianjurkan wadah cacing darah selalu dialiri oleh air bersih dengan kecepatan volume air yang rendah.
  • Pastikan kondisi air didalam wadah anda selalu mengalir dan memiliki tingkat oksigen yang mencukupi.
  • Jika tingkat oksigen didalam wadah anda tidak memadai maka anda dapat memasang alat aerator sebagai tambahan oksigen didalam wadah.

Artikel Terkait : Panduan Cara Budidaya Ulat Jerman Step by Step

 

  1. Media Pembudidayaan Cacing Darah

Jika anda sudah mendapatkan bibit cacing darah yang kualitasnya baik, maka langkah selanjutnya yaitu kegiatan menyediakan media untuk budidaya cacing darah. Disini ada dua type media yang dapat anda gunakan yaitu media lumpur dan media air biasa. Jika anda berminat untuk mencoba dengan media di tempat lumpur maka anda dianjurkan untuk mencari kualitas lumpur dengan kondisi yang cukup baik artinya kondisi didalam lumpur tidak mengandung bahan logam dan usahakan ketika memakai media lumpur, sebaiknya lumpur selalu dialiri dengan air dengan terkontrol.

Namun jika anda kurang berminat dengan media di lumpur anda dapat mencoba dengan media dengan air. Media dengan air disini ada beberapa tahapan yang perlu anda lakukan seperti berikut :

  • Untuk membudidayakan cacing darah, metode yang satu ini anda tiak perlu menggunakan lumpur
  • Dengan menggunakan metode ini anda akan lebih hemat biaya,
  • Tahap pertama sediakan nambah yang berukuran besar
  • Didalam cara buidaya cacing darah utamakan air bersih untuk metode dengan air,karena air bersih merupakan bagian utama yang harus diperhatikan dengan baik.
  • Dianjurkan kondisi air selalu mengalir, anda dapat melakukannya dengan cara menyusun nampan dengan bentuk rak sehingga kelihatan rapi.
  • Mengalirkan air dapat dilakukan meletakkan saluran air pada tempat rak nampan paling atas.
  1. Pemindahan Bibit Cacing Darah

Dalam Cara budidaya cacing darah ada tahapan pemindahan bibit cacing darah yang sudah di karantina sebelumnya. Bibit yang sudah siap dibudidayakan dapat langsung di pindahkan dalam yang telah anda siapkan.

Adapun beberapa tahapan dalam metode pemindahan secara tepat dan benar supaya cacing darah tidak mati saat proses kegiatan pemindahan seperti berikut ini :

  • Kegiatan pemindahan bibit cacing darah harus secra hati-hati, hal ini bertujuan agar cacing darah tidak mengalami stress.
  • Alat yang dipergunakan untuk memindahkan bibit cacing darah adalah dengan menggunakan sendok ataupun jaring ikan kecil.
  • Dianjurkan dalam pemindahan bibit cacing darah tidak menggunakan kontak langsung dengan tangan,sebab suhu ditangan akan menyebabkan kegagalan pembudidayaan cacing darah anda sendiri.
  • Kegiatan pemindahan bibit cacing darah harus dilakukan secara cepat dan tidak mengolor waktu agar bibit cacing darah tidak mengalami stress.
  1. Merawat Cacing Darah

Tahap utama dalam Cara Budidaya Cacing Darah yaitu perawatan. Perawatan harus ditangani secara tepat dan teratur supaya kualitas cacing darah saat musim panen dapat maksimal.

Berikut ini beberapa tahapan perawatan cacing darah secara baik dan dapat anda lakukan  didalam pembudidayaan cacing darah anda sendiri :

  • Tahap awal perawatan cacing darah yakni, memperhatikan volume debit air yang mengalir pada media pembudidayaan.
  • Pada depit air yang mengalir dianjurkan pada kisaran 5 sampai 7 cm dan di haruskan harus sealu normal agar tumbuh kembang cacing darah lebih pesat.
  • Pada kondisi oksigen dalam air dianjurkan harus selalu terjaga dan usahakan air tidak tercemari oleh bahan-bahan kimia supaya saat musim panen mendapatkan hasil yang berkualitas baik.

 

 

  1. Pakan Cacing Darah

Setelah melakukan perawatan pada cacing darah. Selain itu, tahapan selanjutnya adalah pemberian pakan terhadap cacing darah. Pakan cacing darah berbeda dengan pakan ikan atau hewan lainnya. Butuh penanganan secara khusus dalam memberikan pakan cacing darah supaya mendapatkan nutrisi yang baik. Anda cukup memberikan bahan organik terhadap cacing darah yang sudah difermentasikan.

 

Cara Budidaya Cacing Darah

Berikut ini pakan yang dapat anda berikan terhadap cacing darah diantaranya :

  • Bahan organik yang sudah difermentasi haruslah memiliki tekstur yang lembek dan mudah hancur. Hal ini bertujuan agar meningkatkan kandungan nutrisi pada bahan organik yang di butuhkan oleh cacing darah.
  • Selain pakan cacing darah dari bahan organik, anda juga dapat memberikan pakan ampas tahu terhadap cacing darah. Ampas tahu mempunyai kandungan protein serta jamur yang sangat baik bagi nutrisi cacing darah dan pastikan ampas tahu yang diberikan sudah difermentasi terlebih dahulu serta memiliki bentuk tektur yang lembek. Tambahkan tepung ikan sebab mudah dijumpai dipasar.
  • Bentuk makanan yang sudah difermentasi ini dapat anda berikan kepada cacing darah hingga usianya mencapai 10 sampai 12 hari setelah kegitan pemindahan berlangsung.
  • Supaya hasil panen maksimal, anda dapat menambahkan kotoran ayam dan sayuran saawi yang sudah difermentasi terlebih dahulu.

Artikel Terkait : Paduan Cara Budidaya Ulat Sutera Step by Step Di Rumah

  1. Pemanenan Cacing Darah

Didalam cara budidaya cacing darah kegiatan pemanenan merupakan kegitan yang diharapkan supaya hasil panenannya dapat melimpah.Tetapi dalam memanen cacing darah harus dilakukan secara khusus,hal ini agar cacing darah tidak mudah mati saat dijadikan bahan pakan ternak dan yang paling menting menjaga kulitasnya. Konsep dari pemanenan ini adalah mengurangi koloni terhadap cacing darah. Yang satu ini perlu anda ketahui bahwa dalam satu wadah nampan dapat menghasilkan 100 sampai 150 ml cacing darah.

 

Cara Budidaya Cacing Darah

Adapun beberapa tahapan yang harus diperhatikan secara tepat pada saat melakukan kegiatan pemanenan cacing darah yaitu :

  • Memasuki usia sekitar 70 hingga 75 hari, cacing darah siap untuk dipanen setelah kegiatan pemindahan pada media budidaya.
  • Tahap awal pemanenan yang harus anda siapkan terlebih dahulu yakni siapkan kain berwarna gelap,dan dianjurkan kain tersebut dapat menutupi setiap nampan media budiday.
  • Dianjurkan sebaiknya pastikan nampan benar-benar tertutup, jika anda tidak memiliki kain maka buatlah media budidaya anda di tempat yang gelap.
  • Biarkan media tertutup ini selama kurang lebih 5 sampai 6 jan dan perhatian kegiatan setelah melakukan tutup buka.
  • Kumpulkan cacing darah menggunakan sendok maupun jaring ikan kecildan pindahkan ke dalam wadah.

 

Demikian Panduan Cara Budidaya Cacing Darah Step by Step, semoga sedikit informasi dari kami dapat bermanfaat bagi anda khusus bagi yang merasa  minat untuk melakukan usaha ataupun budidaya cacing darah terima kasih.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *