Paduan Cara Budidaya Ulat Sutera Step by Step Di Rumah

Cara Budidaya Ulat Sutera – Mengigat banyaknya penduduk Indonesia yang ingin membudidayakan ulat sutera, Namun masih banyak orang yang belum tahu apa manfaat dari budidaya ulat sutera .Budidaya ulat sutera dimaksudkan untuk menghasilkan benang sutera sebagai bahan baku pertekstilan. Untuk melaksanakan pemeliharaan ulat sutera, terlebih dahulu dilakukan penanaman murbei, yang merupakan satu-satunya makanan (pakan) ulat sutera, Bombyx mori L.

Cara Budidaya Ulat Sutera

Manfaat kegiatan budidaya ulat sutera sebagai berikut :

1. Dalam Kegiatan budidaya ulat sutera sangat lah menguntungkan serta mampu memberikan hasil dalam waktu rellatif singkat.
2. Memberikan tambahan pendapatan kepada masyarakat khusunya di pedesaan;
3. Memberikan lapangan kerja bagi masyarakat sekitarnya.
4. Mendukung kegiatan reboisasi dan penghijauan.

 

Sebelum menuju cara budidaya Ulat Sutera ,sebaiknya anda perlu melakukan kegitan persiapan penyediaan pakan Ulat Sutera tersebut,anda dapat mengetahui tahap budidaya ulat sutera dibawah ini :

Cara Budidaya Ulat Sutera

1) Menyediakan Daun Murbei Sebagai Pakan Ulat

Tanaman Daun murbei sebagaipakan untuk ulat sutera kecil yang berumur pangkas 1 bulan, sedangkan bagi si ulat sutera dewasa berumur pangkas 2-3 bulan.
Tanaman murbei dapat dipanen pada umur 9 bulan sejak dari kegiatan penanaman.Dalam waktu pembudidayaan Ulat Sutera yang berisi 1 box,membutuhkan pakan tanaman daun murbei yang bercabang sekitar 1000-1200 Kg atau 400-500 Kg daun murbei tanpa cabang.
2) Tempat dan Peralatan untuk Budidaya Ulat Sutera
Dalam budidaya ulat sutera membutuhkan tempat yang harus mempunyai ventilasi udara dan jumlah jendela yang amat cukup.Biasanya dalam budidaya ulat sutera kecil dengan ulat sutera dewasa tempatnya harus dipisahkan sebab Ulat sutera kecil sendiri dipelihara didalam tempat khusus atau unit pemeliharaan khusus ulat kecil.
sedangkan, untuk peralatan yang anda harus persiapkan untuk budidaya ulat sutera yakni kotak/rak pemeliharaan, kapur tembok, kaporit/papsol, jaring ulat, tempat pakan/tempat daun, ayakan, kertas minyak/parafin, pisau, ember/baskom, gunting stek, kertas alas, kain penutup daun, lap tangan dan lain-lain.

Cara Budidaya Ulat Sutera

Setelah tahu cara membuat makanan untuk pakan ulat sutera kami akan menjelaskan kembali topic utama artikel ini yaitu cara budidaya ulat sutera dibawah ini.

Cara Budidaya Ulat Sutera

Cara Budidaya Ulat Sutera Kecil

Biasanya dalam budidaya ulat sutera kecil anda harus terlebih dahulu mengetahui kegiatan Hakikat, yakni merupakan sebuah kegiatan penanaganan ulat yang baru menetas dan disertai dengan pemberian pakan paling utama. Langkah-langkah pembudidayaan Ulat Sutera Kecil seperti berikut ini :

 Hal utama yang harus yang dilakukan dalam budidaya ulat sutera adalah menetas benih Ulat Sutera ,kegiatan ini perlu dilakukan desinfeksi dengan menggunakan bubuk campuran kaporit + kapur dengan perbandingan 5: 95
 Setelah dilakukan penetasan kemudian pemeberian pakan,dalam pemberrian pakan terhadap budidaya ulat sutera yakni,tanaman daun murbei muda yang sudah dipotong kecil-kecil.
 Selanjutnya, ulat dipindahkan ke sasag dan ditutup menggunakan parafin atau kertas minyak.
 Lakukan pemberian pakan tersebut sebanyak 3 kali sehari.

Cara Budidaya Ulat Sutera Dewasa

Perlu Anada ketahui dalam pembudidayaan ulat sutera kecil dengan Ulat sutera dewasa tentunya berbeda dalam pemeliharaannya. Ulat sutera dewasa sendiri membutuhkan kondisi ruangan yang sejuk diikuti dengan suhu sekitar 24-26°C serta kelembapan udara70-75%.
Mari kita simak penjelasan dibawah ini tentang Hal-hal yang harus perlu diperhatikan dalam pembudidayaan ulat sutera dewasa :
 Ulat sutera dewasa memerlukan lokasi ruanagan maupun tempat yang amat luas dalam pembudidayaannya.
 Tanaman Daun murbei sebagai pakan ulat sutera dewasa yang harus disiapkan, kemudian simpanlah di tempat yang bersih serta sejuk dan ditutup dengan kain basah.
 Daun murbei yang diberikan bagi si ulat sutra besar tidak dipotong-potong utuh dengan cabang, serta penempatan pakan tersebut diselang-selingi antara bagian ujung serta pangkalnya.
 Pemberian pakan pada ulat sutera besar dilakukan 3 hingga 4 kali sehari

Pemberian pakan saat sebelum si ulat tidur dikurangi/dihentikan, serta pada saat ulat tidur ditaburi kapur.
Desinfeksi tubuh terhadap ulat sutra besar ini dilakukan setiap pagi sebelum pemberian pakan menggunakan campuran kapur dan kaporit (90:10) yang ditaburi
Pembersihan terhadap tempat pemeliharaan ulat sutra besar dilakukan minimal sebanyak 3 kali (pada hari ke 2 dan ke 3 serta menjelang tidur).

Mengokonkan Ulat Sutera

Dihari ke-6 atau ke-7, ulat sutera akan mulai mengokon. Nah, tanda-tanda ulat sutera yang nantinya akan mengokon yaitu :
 Nafsu makannya akan berkurang atau berhenti makan sama sekali
 Tubuh daripada ulat sutera tersebut berubah menjadi bening kekuning-kuningan atau transparan
 Ulat sutra akan cenderung berjalan ke areal pinggir
 Serat sutera tersebut akan dari mulut ulat.

Pemanenan dan Penanganan Kokon

Dalam tahap kegiatan pemanenan terhadap kokon akan dilakukan pada hari ke-5 atau ke-6 terhitung sejak ulat sutera mulai membuat kokon. Sebelum dilakukan pemanenan, ulat yang tidak mengokon atau yang mati diambil, kemudian dibuang atau dibakar. Penanganan kokon selanjutnya yaitu :
1) Pembersihan kokon (dengan cara menghilangkan kotoran serta serat-serat yang ada pada lapisan luar kokon)
2) Seleksi kokon (dilakukan pemisahan antara kokon baik dan kokon jelek)
3) Pengeringan kokon (adanya suatu penanganan terhadap kokon agar dapat mematikan pupa serta untuk mengurangi kadar air agar bisa disimpan dalam jangka waktu tertentu)
4) Penyimpanan kokon (dilakukan jika kokon tidak langsung dipintal/dijual/sedang menunggu proses pemintalan)

Jenis Pakan Ulat Sutera

Murbei merupakan tanaman yang berasal dari Negara China. Tanaman murbei inijarang dijumpai di Negara Indonesia.Tanaman murbei ini dibudidayakan di Indonesia agar dapat diambil daunya sebagai pakan dalam budidaya ulat sutera. Tanaman murbei ini dapat tumbuh secara lian mesti jarang di jumpai di Indonesia. Tanaman murbei mempunyai buah yang berwarna hijau jika masih muda sedangkan buah yang sudah tua akan berwarna merah.Sementara itu, untuk buah yang sudah matang akan berwarna hitam dan manis. Ukuran yang dimiliki buahnya pun hanya sebesar ujung jari kelingking. Berikut adalah morfologi daripada tanaman Murbei ini :

  • Batang
  • Berkayu
  • Mencapai ketinggian hingga 10 meter
  • Batang mudanya akan berwarna hijau, akan berubah menjadi coklat kehitaman pada saat menjadi batang tua
  • Daun
  • Tumbuh berselang-seling
  • Permukaan daunnya akan mengkilap dan bentuk bulat telur
  • Tepi daunnya bergerigi dengan ujung yang runcing
  • Bunga
  • Bunganya berwarna hijau kekuningan
  • Merupakan bunga uniseksual (berkelamin tunggal)
  • Buah
  • Berwarna ungu-kehitaman
  • Memiliki bentuk bulat memanjang dengan rasa yang asam dan manis.

KANDUNGAN GIZI (Per 100 gram)

  • Vitamin A 25 iu
  • Vitamin B6 0.1 mg
  • Vitamin C 36,4 mg
  • Zat Besi 1,9 mg
  • Kalsium 39 mg
  • Magnesium 18 mg
  • Kalium 194 mg
  • Karbohidrat 10 gram
  • Protein 1,4 gram
  • Serat pangan 1,7 gram
  • Gula 8 gram

Tanaman Daun murbei ini biasa diberikan sebagai pakan bagi ulat sutera. Jika anda memiliki usaha ulat sutera dan ingin membudidayakan ulat sutera anda akan berjalan lancar, maka kalian harus terlebih dahulu menyediakan daun murbei.

Nih, cara bertanam yang terencana penting agar dapat memasok daun murbei bagi pakan ulat sutera secara teratur.

Dikarenakan pakannya hanya daun murbei, maka usaha budidaya ulat sutera sangat tergantung terhadap tanaman ini.Maka dari itu sebelum melakukan budidaya ulat sutera anda harus terlebih dahulu mempersiapkan tanaman daun murbei secara cukup untuk kedepannya.Produksi tanaman murbei yang ada di Indonesia sangatlah rendah, hanya sekitar 6 ton/ha/th.Pada dasarnya, produksi yang baik dapat mencapai 18 ton/ha/th. Akan tetapi, hasil daun yang dianggap cukup hingga sebesar 9 ton/ha/th.
Tanaman murbei ini dapat tumbuh hanya pada dataran tinggi atau tempat ketinggian tertentu sebab, dikarenakan pada ketinggian berapa pun murbei dapat tumbuh, dari nol sampai dengan lebih dari seribu meter dpl.Di beberapa daerah yang berada di Indonesia banyak juga ditemukan murei tumbuh secara liar.

Ulat sutera sendiri lebih cocok berkembang biak di tempat yang memiliki iklim yang sejuk, sehingga tanaman murbei paling ideal dapat ditanam pada ketinggian 400-800 meter dpl. Daerah yang memiliki temperatur rata-rata 21-23oC ternyata sangat cocok untuk tanaman murbei.

Tanah untuk menanam tanaman ini sebaiknya memiliki pH di atas 6, teksturnya gembur serta memiliki ketebalan lapisan olah paling tidak sebesar 50 cm.

Tanah yang subur tentunya pasti memberikan dukungan pertumbuhan yang baik.Meskipun begitu, tanah yang kurang subur juga dapat dibantu dengan dosis pemberian pupuk yang tepat.

Jika kalian menanam tanaman murbei, maka harus mengetahui beberapa pantangannya.Jangan menanam tembakau di dekat lahan penanaman tanaman murbei.Jarak yang dimiliki harus lebih dari 100 meter.
Racun serta bau pada tembakau bisa dengan mudah berpengaruh terhadap daun murbei sehingga ulat dapat mengalami keracunan.

Selain tanaman tembakau, tanaman lain yang memiliki senyawa racun yaitu cabai. Lokasi untuk penanaman tanaman murbei ini sebaiknya di daerah yang belum tercemar serta jauh dari aliran sungai yang mengandung limbah-limbah pembuangan pabrik.Pohon-pohon yang tinggi, gedung-gedung atau pepohonan rimbun kurang baik jika terdapat di sekitar tanaman murbei.

 

Perlu Anda Ketahui terlebih dahulu bahwa sebelum melakukan budidaya ulat suterra anda harus mengetahui jenis telur Ulat Sutera yang akan menetas memiliki Ciri-Ciri Sebagai berikut :

• Dalam budidaya ulat sutera ,Telur ulat sutera mengalami beberapa tahap perkembangan dan pertumbuhan embrio yang ditandai dengan terjadinya perubahan warna pada telur selama masa inkubasinya. Telur yang mengalami perubahan warna memiliki kemungkinan besar untuk dapat menetas.
• Telur yang baru dikeluarkan oleh induknya berwarna kuning muda pada saat pertama diletakan.
• Setelah treatment (perlakuan), warna telur berangsur berubah menjadi kuning tua, kemudian berwarna coklat muda, coklat tua, hitam, abu-abu tua, abu-abu muda. Dua hari sebelum penetasan terdapat bintik biru pada bagian ujung telur yang lancip ( keadaan ini dinamakan “blue head” atau bintik biru )
• Telur yang tidak mengalami pembuahan oleh sperma dari induk jantan warnannya tetap kuning muda dan tidak terjadi perubahan warna karena tidak ada pertumbuhan embrio.

Mengenal Jenis Ulat Sutra Sebagai Penghasil Benang Sutra

Sebelum anda melakukan budidaya ulat sutera anda perlu mengetahui Jenis-Jenis Ulat sutera .Di sini terdapat Pembagian Ulat Sutera yang dibedakan menjadi 2 kelompok bedasarkan kebiasaan hidupnya :
1) Ulat sutra liar ialah kelompok ulat yang biasa hidup di beberapa pohon dalam alam bebas .
2) Ulat sutra yang di budidayakan yaitu kelompok ulat sutra yang hidupnya berada di rungan serta dapat menghasilkan serat yang nantinya akan di buat kain sutra.

Dari kelompok ulat sutra di atas terdapat beberapa jenis ulat sutra liar yang sudah mendunia yaitu :

1) Philosamia ricini hutt atau ulat sutra eri merupakan pengasil sutra yang ada di india de sebut ulat eri, makanan untuk ulat ini adalah daun jalak
2) Anthereae pernyi guerin atau ulat sutra tasar Cina yang menghasilkan sutra yang di sebut sutra tasar, makanan untuk jenis ini adalah daun quercus.
3) Anthereae yamami atau ulat sutra tasar jepang sebagai penghasil sutra tasar untuk makannya sendiri biasanya sering di berik daun alianthus sp.
4) Anthereae mylitta drury atau ulat sutra India merupakan penghasil sutra tasar untuk makanannya biasa di beri daun ketapang, meranti, dan bungur.

Sekian informasi dari kami mengenai cara budidaya ulat sutera semoga dapat membantu anda untuk memulai bisnis yang menjanji ini dirumah masing-masing, terima kasih.

Artikel Terkait Paduan Cara Budidaya Ikan Patin Step by Step Beserta Manfaatnya 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *