Panduan Cara Menanam Cabe Di Pot Step by Step

Cara Menanam Cabe Di Pot – Salam hangat dari kami SuksesBudidaya, disini kami tidak akan bosan-bosannya berbagi tutorial atau cara seputar dunia budidaya. Kali ini kami akan membahas secara detail mengenai cara menanam cabe di pot, kita ketahui cabe merupakan tanaman yang cukup popular di Indonesia baik kalangan bawah maupun kalangan atas.

Cara Menanam Cabe Di Pot

Meskipun cabe tidak memiliki rasa yang manis, namun banyak sekali penggembar tanaman ini. Namun karena banyaknya permintaan mengakibatkan cabe sulit untuk diperoleh, bukan hanya karena jumlahnya yang terbatas juga karena harga jual cabe cukup tinggi.

Hal itu yang mengakibatkan banyak masyarakat berfikir bagaimana cara memperoleh cabe, tapi tidak perlu takut karena harganya yang mahal. Oleh karena itu timbul lah idea kami untuk membagikan cara menanam cabe di pot, kenapa harus di pot ?? karena tidak semua dari kita memiliki lahan tanam yang luas, maka dari pot menjadi salah satu alternatif mengatasi masalah kekurangan lahan budidaya.

Sebelum masuk kepembahasan cara menanam cabe di pot, kami akan sedikit mengupas mengenai cabe, cabe adalah tanaman yang masuk dalam keluarga genus Capsicum yang merupakan golongan dari sayuran atau bumbu masakan dan sangat terkenal diseluruh asia tenggara bahkan dunia. Baiklah dibawah adalah Cara Menanam Cabe Step by Step yang dapat anda perhatikan yaitu :

Artikel Terkait Panduan Cara Menanam Nanas Step by Step Buah Berkualitas Unggulan

 

 

Syarat Tumbuh Cabe 

Pada Budidaya Cabe terdapat beberapa hal penting yang pelu diperhatikan yaitu iklim daerah, ketinggian daerah dan tanah :

Ketinggian lokasi budiddaya cabe

Meskipun umumnya tanaman cabe dapat tumbuh dengan baik pada dataran tinggi ataupun dataran rendah dengan tinggi daerah mencapai 250 sampai 1200 mpl. Proses budidaya cabe memang memerlukan daerah yang sangat luas, sehingga banyak sekali petani didaerah dataran tinggi kurang meminati budidaya cabe karena keterbatasan lahan tanam.

Perkembangan teknik budidaya sekarang sudah modern, hal tersebut bisa dilihat dari cara petani menanam cabe yang tidak menggunakan lahan kosong namun menggunakan pot sebagai tempat budidaya. Bukan hanya cabe saja, teknik budidaya yang menggunakan pot sebagai tempat penanaman sudah banyak digunakan para petani modern. Khususnya bagi tanaman yang membutuhkan lahan luas dalam proses penanaman, meskipun sudah terdapat teknik ini masih saja banyak petani yang menggunakan lahan kosong sebagai tempat budidaya karena keterbatasan informasi.

Kebanyak petani Indonesia memilih menanam cabe pada daerah yang memiliki ketinggia kurang lebih 800 mdpl, karena pada daerah dengan ketinggian segitu sudah dapat memproduksi cabe dengan kualitas terbaik dan masalah keterbatasan lahan bisa diatas sebab daerah dengan ketinggian kurang lebih 800 mdpl sudah memiliki lahan yang cukup luas untuk budidaya cabe.Artikel Terkait Tahap tahap Cara Menanam Lombok Buah Berkualitas Unggulan

 

 

Iklim daerah budidaya cabe

Selain dari ketinggian daerah, factor penting lainnya agar budidaya cabe dapat sukses dan menghasilkan buah cabe kualitas terbaik adalah suhu udara . Tanaman cabe sangat baik dibudidayakan pada daerah yang beriklim tropis, sehingga memiliki udara hangat dan lembab dengan kisaran suhu mencapai 18 C – 32 C sangat baik pada masa pertumbuhan cabe dan agar pembentukan buah lebih maksimal membutuhkan suhu udara 15,5 C – 21 C karena didaerah yang memiliki sudah udara dibawah tersebut akan menghasilkan buah yang kurang baik.

Pada waktu siang hari dan suhu udara yang diterima tanaman cabe terlalu tinggi dapat mengakibatkan tanaman mudah layu serta bunga gugur, sebaiknya anda lebih memperhatikan tingkatan suhu udara tanaman cabe karena suhu maksimal yang dapat diterima cabe hanya mencapao 30 C jika lebih akan berdampak kematian pada tanaman itu sendiri.

Cara menanam cabe di pot memerlukan perawatan khusus bukan hanya pada penyiraman air, namun tingkat curah hujan sangat diperlukan karena tingkat hujan yang rendah dapat mengakbitkan tanaman cabe lambat tumbuh dan dapat mempengaruhi ukuran buah cabe nantinya. Sedangkan tingkat curah hujan yang terlalu tinggi dapat merusak pembentukan buah dan mengakibatkan tingkat pembusukan tanaman lebih tinggi. Sebaiknya tanaman cabe ditanam pada daerah yang memiliki curah hujan mencapai 600 sampai 1250 mm pertahun, meskipun cabe sangat memerlukan penyinaran matahari sepanjang hari tetap saja tanaman ini sangat sensitive terhadap cahaya matahari terik.

 

Jenis tanah budidaya cabe

Tingkat adaptasi tanaman cabe sangat baik sehingga tanaman ini dapat tumbuh diberbagai jenis tanah meskipun tanah itu berpasir, yang terpenting anda tetap memperhatikan aerasi dan drainase didaerah budidaya cabe. Untuk mempersingkat waktu penanaman cabe, sebaiknya anda menggunakan tanah lempung berpasir  namun jika anda berniat melakukan budidaya cabe dalam jangka waktu lebih lama bisa menggunakan tanah yang leih berat atau tanah liat.

Untuk kadar keasaman tanah atau PH yang ideal berkisar antara 5,5 sampai 6,8, sebab untuk budidaya cabe menggunakan tanah ber PH atau kadar keasaman diatas maupun dibawah angka tersebut hanya akan menghasilkan buah dalam jumlah sedikit.

Artikel Terkait Panduan Cara Menanam Kurma Step by Step Buah Berlimpah

 

 

 

Cara Menanam Cabe Di Pot

Dalam menghasilkan buah cabe dengan kualitas terbaik tentu membutuhkan cara yang tidak mudah dan perhatian khusus seperti beberapa hal penting diatas, dari iklim, ketinggian dan jenis tanah. Begitu anda memahami syarat tumbuh tanaman cabe, disini kami akan menjelaskan topic utama dari artikel ini yaitu Cara Menanam Cabe Di Pot Step by Step.

 

 

Pemilihan Benih atau Bibit Cabe

Sebelum melakukan pemilihan benih atau bibit cabe, tentukan dulu tujuan dari budidaya cabe yang anda lakukan. Jika anda berniat melakukan budidaya cabe dalam jumlah kecil(dikonsumsi pribadi), ada baiknya bibit diperoleh dari dapur saja untuk menimalisir pengeluaran biaya. Jika anda berniat membuat bibit sendiri namun tidak memiliki cabe di rumah, anda dapat membeli indukan cabe dipasar (pastikan cabe sudah tua) dengan ciri-ciri warna kulit cabe merah terang, masih segar atau tidak keriput dan memiliki batang cabe berwarna hijau terang.

Hindari pembuat benih atau bibit cabe dari indukan yang tidak cukup umur karena dapat mempengaruhi masa pertumbuhan dan hasil buah cabe nantinya. Selain itu anda juga dapat membeli benih atau bibit cabe di toko pertanian dengan rumah anda, cara diatas kami sarankan kepada anda yang hanya melakukan budidaya dalam skala kecil atau jumlah kecil saja agar lebih menghemat biaya. Berikut ini beberapa ciri indukan cabe terbaik versi SuksesBudidaya yaitu :

  • Tanaman cabe dengan kualitas baik akan memiliki masa pertumbuhan lebih cepat, olehk karena itu kami sangat menyarankan pada anda untuk memilih indukan cabe dengan masa pertumbuhan cepat.
  • Tingkat adaptasi dengan lingkungan baru tinggi, adaptasi tinggi sangat dibutuhkan agar tanaman lebih mudah menerima kondisi lingkungan baru meskipun jauh berbeda dengan lingkungan sebelumnya.
  • Jumlah buah yang diperoleh anda atau dihasilkan oleh satu tanaman cabe lebih banyak dari biasanya, hal ini dapat menguntungan anda secara pribadi sebab pemasukan uang semakin tinggi.
  • Masa pembentukan buah cabe cepat sangat dipengaruhi dari kualitas benih atau bibit itu sendiri, indukan dengan kualitas baik akan menghasilkan buah lebih cepat dari tanaman cabe biasa.
  • Indukan berkualitas akan terlihat lebih kokoh dan kuat, hal ini karena jumlah akarnya lebih banyak.

 

 

Penyemaian Benih Atau Bibit Cabe

Penyemaian adalah salah satu tahap penting dari cara menanam cabe di pot, hal ini karena penyemaian difokuskan pada pertumbuhan benih atau bibit cabe yang sudah anda pilih sebelumnya. Ditahap ini anda akan terfokus pada bagaimana cara penyiapan media semai dan bagaimana cara perawatan benih cabe agar dapat tumbuh secara optimal, meskipun terlihat sulit sebenarnya penyemaian cukup mudah dilakukan bahkan bagi petani pemula sekali pun.

Sebelum melakukan penyemaian, belah terlebih dulu indukan cabe yang sudah dipilih dan ambil biji didalamnya. Kemudian bersihkan biji dari lendir menggunakan air bersih, setelah itu lakukan seleksi dengan cara merendam bibit dengan air biasa buang biji yang mengapung karena tidak baik digunakan untuk benih atau bibit cabe.

Begitu tahap penyiapan benih atau bibit cabe selesai, anda dapat langsung melakukan proses penyemaian. Anda dapat melakukan tahap-tahap penyemaian dibawah ini :

  • Dalam proses penyemaian anda dapat menggunakan 2 tempat yaitu pot atau polybag dengan lebar 8×9 cm, tergantung selera anda kedua tempat tersebut sangat baik digunakan untuk penyemaian.
  • Selain kedua tempat tersebut anda juga dapat menggunakan lahan kosong, namun harus melakukan pengolahan lahan terlebih dulu. Buat bedengan dengan ukuran sesuai jumlah benih atau bibit yang akan ditanam.
  • Begitu tempat semai selesai, anda dapat melakukan tahap selanjutnya yaitu penyiapan media semai berupa campuran tanah humus, sekam padi dan pupuk kandang kering berbanding 3:1:1.
  • Aduk media semai menggunakan cangkul agar lebih rata, lalu diamkan beberapa hari agar lebih tercampur.
  • Sambil menunggu media semai selesai, anda dapat melakukan perendaman benih atau bibit menggunakan air hangat kurang lebih 3 jam agar masa pertumbuhan kecambah lebih cepat.
  • Setelah kurang lebih 1 minggu dan media semai siap, anda dapat memindahkannya kedalam tempat semai yang sudah disiapkan sebelumnya. Jika selesai dipindahkan lakukan penyiraman agar media semai lembab dan dapat merangsang pertumbuhan benih atau bibit cabe.
  • Taburkan benih atau bibit cabe secara teratur dengan jarak 3×4 atau 4×4 cm, lalu tutup menggunakan plastic agar menjaga kondisi kelembaban tanah.
  • Biasanya benih atau bibit akan tumbuh dalam waktu kurang lebih 1 minggu.
  • Tanaman cabe akan siap dipindahkan setelah berumur 25 sampai 30 hari dan sudah siap untuk masuk tempat pertumbuhan selanjutnya.

 

 

 

Persiapan Media Tanam Dalam Pot

Cara menanam cabe di pot selanjutnya adalah persiapan tempat budidaya berupa pot dengan lebar atau diameter 30 cm minimal. Namun jika terdapat diameter lebih besar, itu lebih baik karena dapat menampung lebih banyak media tanam dan dapat menerima pertumbuhan tanaman cabe secara maksimal. Selain itu anda juga bisa menggunakan barang bekas lainnya atau polybag dengan diameter sama seperti pot diatas, dalam mempersiapkan tempat budidaya dilakukan 10 sampai 15 hari sebelum benih atau bibit siap untuk dipindahkan.

Dalam pemilihan media tanam, ada hal penting yang perlu diperhatikan yaitu media hedaknya bersifat gembur (porous), hindari penggunaan media yang mudah basah atau becek dan pastikan media tanam cabe banyak mengandung unsure hara sehingga dapat memenuhi kebutuhan pangan cabe saat masa pertumbuhan.

Salah satu cara menanam cabe di pot terpenting ini akan sangat mempengaruhi hasil panen nantinya, meskipun anda hanya berniat melakukan budidaya dalam skala kecil tapi tidak ada salahnya memulai hal kecil untuk hal yang lebih besar lagi. Maksudnya jika anda berhasil dalam budidaya cabe dalam skala kecil, tentu ketika mencoba budidaya cabe dalam skala besar tidak perlu khawatir gagal. Maka dari lakukan semua tahap-tahap yang kami berikan secara baik dan benar agar hasil tidak mengecewakan.

Dalam pemilihan media tanam cabe, anda hanya perlu menyiapkan beberapa bahan berupa tanah humus, pupuk kandang kering, sekam padi dan arang sekam. Disini kami menyaran pada anda untuke menggunakan arang sekam karena tekstur tanah pada pot akan mudah padat, oleh karena itu penggunaan arang sekam sangat membantu dalam menjaga tekstur tanah tetap gembur dan tidak mudah padat.

Tanah humus dicampur secara merata dengan beberapa bahan lainnya yang sudah disiapkan sebelumnya, memakai perbandingan 3:1:1:1 dan diamkan beberapa hari sampai benih atau bibit cabe siap dipindahkan ke media tanam selanjutnya.

Proses penanaman benih atau bibit cabe kedalam pot

Setelah benih atau bibit cabe dan media tanam siap, langkah selanjutnya dalam cara menanam cabe di pot adalah proses penanam benih atau bibit cabe kedalam pot. Pada proses ini pastikan benih atau bibit sudah cukup umur dan media tanam benar-benar siap untuk ditanami, dalam penanaman benih atau bibit cabe sebaiknya dilakukan pada sore agar calon tanaman lebih mudah beradaptasi dan untuk menghindari benih atau bibit layu.

Sebelum melakukan pemindahan siram terlebih dulu media tanam dengan air bersih guna menjaga kelembaban tanah, setelah itu buatlah lubang ditengah-tengah pot yang akan digunakan untuk penanam benih atau bibit. Lalu ambil bibit dari media semai secara hati-hati untuk menghindari kerusakan pada calon tanaman dan tutup kembali lubang dengan tanah dengan cara ditekan-tekan agar benih atau bibit tertanam dengan kokoh dan kuat.

Pemeliharaan dan perawatan tanaman cabe di pot

Untuk memaksimalkan pertumbuhan dan pembentukan buah cabe, anda perlu melakukan pemeliharaan dan perawatan. Pada cara menanam cabe di pot, ini adalah salah satu tahap terpenting agar budidaya yang anda lakukan berhasil sehingga tidak mengalami gagal panen.

Sebenarnya dalam tahap pemeliharaan dan perawatan tanaman cabe cukup mudah dilakukan, karena anda hanya perlu melakukan penyiraman, pemasangan tiang ajir dan penyiangan. Berikut cara pemeliharaan dan perawatan tanaman cabe di pot yang dapat anda lakukan yaitu :

  • Dalam masa pertumbuhan dan pembentukan buah cabe, tanaman ini sangat memerlukan air dalam proses pemasakan makanan. Lakukan penyiraman secara teratur pada pagi dan sore hari, namun jika media tanam terlihat sangat kering volume bisa ditambah untuk siang harinya. Perlu diingat jangan lakukan penyiraman secara berlebihan karena dapat menyebabkan media tanam terlalu basah dan tanaman cabe akan mudah teserang penyakit serta hama pengganggu lainnya.
  • Bagi anda yang mengalami masalah karena saat proses budidaya masuk musim penghujan, lakukan penutupan pada media tanam dan beri beberapa lubang secukupnya. Hal ini dilakukan agar tanaman cabe tidak terkena air hujan secara berlebih, karena dapat menyebabkan tanaman cabe rentan diserang penyakit seperti bakteri dan jamur sehingga mudah busuk.
  • Begitu tanaman mulai tumbuh besar lakukan pemasangan ajir guna memperkokoh batangan agar tidak mudah patah atau roboh ketika tertiup angin secara berlebihan. Bila pemasangan ajir tidak dilakukan dengan waktu yang tepat, maka akan beresiko merusak pertumbuhan akar. Lakukan pemasangan ajir diwaktu yang tepat atau disaat tanaman sudah mulai tumbuh besar, jika telat sebaiknya pemasangan ajir dilakukan di luar pot saja agar tidak merusak pertumbuhan akar.
  • Pembersihan hama penganggu disekitar area budidaya cabe atau penyiangan sangat penting dilakukan, guna menjaga unsure hara yang diterima tanam cabe tidak kurang. Kita ketahui unsure hara merupakan bahan terpenting dalam proses pamasakan makanan atau fotosintesis, rumput liar yang sering tumbuh disekitar area budidaya juga dapat menganggu proses pertumbuhan tanaman cabe.
  • Tanaman cabe yang sudah banyak tumbuh tunas pada ketiak daun sebaiknya dipotong, guna menjaga keseimbangan tumbuhnya tunas baru. Lakukan pemangkasan disekitar ketiak daun 4 sampai 5 tunas yang terletak paling bawah tanaman.

Artikel Terkait Paduan Cara Budidaya Nilam Step by Step Hasil Maksimal

Pemupukan Tanaman Cabe Di Pot

Cara menanam cabe di pot berikutnya adalah pemupukan, tujuan dilakukan tahap ini guna meningkatkan kesuburan tanah dan tanaman itu sendiri. Pemberian pupuk tidak hanya dilakukan sekali saja saat awal budidaya cabe, namun pemberian pupuk tambahan pada masa pertumbuhan dan pembentukan buah tanaman cabe juga sangat perlu dilakukan. Jika anda berniat melakukan budidaya cabe secara organik dapat menambahkan pupuk kandang kering dalam jumlah yang akan kami jelaskan dibawah ini, namun bila budidaya yang anda lakukan menggunakan teknik anorganik dapat menggunakan tambahn pupuk kimia yaitu NPK.

Sebelum kami masuk ketahap pemupukan, disini kami ingatkan kembali. Teknik apa yang akan anda gunakan organik atau anorganik, sebenarnya kedua teknik ini sangat baik namun tetap memiliki keunggulan masing-masing sebagai berikut :

Keunggulan dan kelemahan budidaya organik yaitu :

  1. Penggunaan bahan organik dalam budidaya tanaman dapat menjaga lingkungan dari pencemaran, baik pencemaran air, tanah dan udara. Selain itu bahan-bahan organik sama sekali tidak mengandung racun, sehingga mengurangi resiko buruk bagi mereka yang mengkonsumsi sayuran atau buah cabe nantinya.
  2. Hasil dari budidaya organik akan menghasilkan cabe yang lebih segar dan sehat.
  3. Penjualan cabe organik lebih diminati masyarkat dan nilai jualnya lebih tinggi sehingga menguntungkan para petani.
  4. Dilihat dari segi keamanan dan kesehatannya, tentu tanaman organik lebih aman dikonsumsi serta mengandung gizi lebih baik dari tanaman anorganik. Hal ini dapat dibuktikan setelah melakukan praktikum budidaya organik dan hasilnya meningkat mencapai 75 sampai 80 %, didalam tanaman organik kayak dengan vitamin C, Kalium dan Beta karoten lebih tinggi dibandingkan teknik budidaya lainnya.
  5. Selain dari kandungannya, ternyata teknik budidaya organik memberikan begitu banyak manfaat seperti menjaga para petani dari polusi Exposure yang disebakan oleh bahan kimia dalam proses panen tanaman cabe.
  6. Sebelumnya kami sudah menjelaskan bahwa penggunaan teknik organi sangat menguntungkan para petani, selain dari nilai julanya yang lebih tinggi ternyata modal yang digunakan untuk budidaya tanaman cabe lebih rendah dan juga petani masih bisa memperoleh hasil tambahan dari penjualan jerami.
  7. Mengurangi resiko polusi berbahaya yang diakibatkan oleh penggunaan bahan kimia, hal ini sangat bermanfaat karena limbah dari budidaya dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Kekurangan dari tenik budidaya organik yaitu :

  1. Dalam proses budidaya memerlukan lebih banyak tenaga kerja, hal ini dibutuhkan saat proses pengendaliaan hama dan penyakit tanaman.
  2. Tanaman hasil budidaya organik memiliki bentuk fisik kurang menarik dibandingkan dengan tanaman hasil anorganik.

 

Penggunaan teknik anorganik sering digunakan petani yang tidak ingin melakukan budidaya dalam waktu panjang, dibawah ini kami akan menjelaskan keunggulan dan kelemahan budidaya anorganik yaitu :

Keunggulan budidaya anorganik yaitu :

  1. Pemberian pupuk kimia akan mudah diserap atau terurai oleh tanah, sehingga tanaman dapat lebih cepat tumbuh karena waktu pemberian pupuk tidak berlangsung lama.
  2. Proses pemupukan lebih mudah dilakukan, pemberian pupuk secara intensif dapat meningkatkan masa pertumbuhan tanaman karena bahan kimia yang digunakan sudah difokuskan pada berbagai jenis unsur hara.

Kelemahan budidaya anorganik yaitu :

  1. Tingkat keberhasilan saat melakukan budidaya lebih tinggi, karena bahan kimia yang digunakan sangat mudah diserap dan terurai oleh tanah namun sangat perlu penakaran jumlah pupuk yang akan diberikan secara tepat.
  2. Proses pemupukan sering dilakukan secara berulang-ulang, itu karena bahan kimia yang digunakan tidak dapat tersimpan dalam jangka waktu yang lama didalam tanah.
  3. Pengeluaran atau biaya yang dibutuhkan lebih tinggi dibandingkan budidaya organic
  4. Dapat merusak tanah jika proses pemupukan dilakukan dalam jangka waktu panjang dan dapat menurunkan kadar keasaman tanah secara drastis.

Setelah anda memastikan akan menggunakan teknik yang mana, baik itu organic atau anorganik. Kedua teknik tersebut memiliki keunggulan masing-masing , disini kami akan menjelaskan takaran atau dosis pupuk yang tepat saat melakukan pemupukan tanaman cabe.

  • Pemberian pupuk ditahap pertama, sebaiknya dilakukan setelah tanaman berumur 15 sampai 20 hari. Jika anda menggunakan pupuk kimia atau NPK dapat memberikan 1 sampai 2 sendok makan pertanaman dan pemberian pupuk sebaiknya dilakukan pada waktu pagi atau sore hari.
  • Selain itu anda perlu melakukan pengecekan pada setiap tanaman cabe, jika terdapat kondisi tanaman kurang asupan unsur Nitrogen sebaiknya beri pupuk N begitu seterusnya.
  • Sebaiknya lakukan penyemprotan menggunakan pupuk daun, guna menjaga asupan unsur hara makro. Hal ini guna menjaga agar masa pertumbuhan tanaman dapat maksimal.
Proses panen cabe di pot

Penghujung dari semua proses cara menanam cabe di pot adalah panen, pada proses ini banyak sekali petani yang menanti-nantikannya karena dengan panen mereka dapat memperoleh penghasilan dan dapat melihat hasil usaha yang sudah dilakukan selama beberapa bulan.

Berikut ini ciri dari cabe yang sudah siap dipanen, pastikan dulu cabe jenis apa yang anda budidayakan. Jika cabe merah tentu, maka cabe akan berwarna merah secara menyeluruh dan cabe yang tidak berwarna merah secara menyeluruh berarti belum siap untuk dipanen.

Lakukan proses panen secara benar, hindari pemetikan cabe secara paksa karena dapat merusak kualitas dari cabe itu sendiri. Cara memetik cabe yang benar adalah dengan menyertakan tangkai cabe. Dengan begitu, cabai bisa tahan lama dari pada cabai yang dipetik tidak bersama tangkainya. Cabai yang rusak atau yang terluka membawa pengaruh terhadap harga di pasaran. Cabai yang bagus dan tidak ada kerusakan sedikit pun itulah yang menjadi cabai yang harga jualnya mahal di pasaran.

 

Saat cabai sudah dipetik, letakkan dan kumpulkanlah cabai tersebut disuatu tempat seperti keranjang yang berukuran besar. Proses pemisahan antara cabai busuk dengan cabai yang bagus dilakukan setelah proses pemetikan selesai. Nantinya antara cabai busuk dengan cabai bagus dijual di pasaran dengan harga yang berbeda-beda. Sekian informasi dari kami mengenai Cara Menanam Cabe Di Pot Step by Step, semoga bermanfaat bagi anda yang membutuhkan terima kasih!

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *