Panduan Cara Budidaya Ulat Hongkong Step by Step

Cara Budidaya Ulat Hongkong – Jumpa lagi bersama kami dalam SuksesBudidaya, pada kesempatan kali ini kai akan membahas tentang Cara Budidaya Ulat Hongkong. Nah, ulat hongkong tentunya sebagian besar masyarakat indonesia belum mengetahui apa itu jenis ulat yang satu ini. Maka dari itu apa pengertian dari ulat hongkong tersebut ? Ulat hongkong adalah fase larva dari kumbang Tenebrio Molitor. Kumbang ini mengalami 4 fase metamorfosis dalam kehidupannya.

 

Cara Budidaya Ulat Hongkong

Ulat hongkong menyimpan banyak lemak dalam tubuhnya sebagai sumber energi untuk melewati fase metamorfosanya. Ulat hongkong tumbuh sangat cepat setelah menetas dari telur. Dalam waktu 8 sampai 10 minggu, ulat ini terus makan untuk perkembangan badanya dan untuk menyimpan lemak sebagai energi cadangan dalam proses perkembangan menjadi puppa/kepompong.

Hewan ini sangat menyukai habitat pada kegelapan, hangat dan kelembaban yang tinggi. Di alam liar biasa di jumpai di bawah daun dan kayu yang sudah membusuk. Makanan utamanya di alam liar adalah bijian yang sudah kering dan bahan organik di alam baik yang masih segar maupun yang sudah membusuk.

Ulat hongkong sangat besar perananannya dalam ekosistem sebagai dekomposer bahan organik di alam liar. Selain sebagai dekomposer ulat hongkong juga berperan sebagai penyedia makanan alami untuk beberapa hewan liar. Binatang liar yang sangat gemar memakan ulat hongkong di alam liar adalah katak, burung, laba-laba, dan berbagai jenis reptil kecil lainnya.

Kebiasaan makan yang cepat dan rakus, membuat ulat hongkong sebagai hama. Khususnya hama di bidang pertanian. Di negara Eropa dan negara sub tropis lainnya, serangga ini adalah hama untuk industri gandum dan hasil olahannya, industi pakan ternak, dan industri sereal. Untungnya ulat ini belum menjadi hama di negara Indonesia.

Klasifikasi Ilmiah Tentang Ulat Hongkong

Species: Molitor
Genus: Tenebrio
Family: Tenebrionidae
Order: Coleoptera
Class: Insecta
Phylum: Arthropoda
Kingdom: Anima

Sebelum melangkah lebih jauh soal Cara Budidaya Ulat Hongkong, ada kalanya anda terlebih dahulu mengetahui perbedaan ulat kandang dan ulat hongkok. Mari kita simak dibawah ini.

 

Artikel Terkait Panduan Cara Budidaya Cacing Tanah Step by Step

Perbedaan Ulat Kandang dengan Ulat Hongkong

  1. Ulat Kandang

Ulat kandang merupakan larva dari serangga sejenis kumbang yang bernama latin Alphitobius diaperinus di dalam famili Tenebrionidae. Dalam bahasa inggris, ulat ini biasa disebut sebagai lesser mealworm dan the litter beetle. Keberadaannya bisa ditemukan di hampir seluruh belahan dunia. Serangga ini dikenal sebagai hama dari tanaman gandum dan sejumlah unggas peliharaan.

Panjang ulat kandang yang sudah dewasa bisa mencapai 6-11 mm dan berbentuk cenderung oval. Tubuhnya berwarna hitam atau cokelat mengkilap. Kadang-kadang ada pula bintik-bintik berwarna hitam di sekujur tubuhnya. Dibandingkan dengan ulat hongkong, ulat kandang ini mempunyai ukuran yang lebih pendek dan lebih kurus.

Beberapa manfaat ulat kandang untuk burung antara lain :

  1. Sumber protein dan gizi yang baik
  2. Merangsang burung untuk terus berkicau
  3. Bahan makanan yang aman bagi burung
  1. Ulat Hongkong

Ulat hongkong (Tenebrio molitor) merupakan larva dari serangga yang bernama the mealworm beetle. Itu sebabnya, ulat ini pun dikenal pula dengan sebutan mealworm, common mealworm, atau yellow mealworm. Ulat hongkong tergolong sebagai anggota dari famili Tenebrionidae di genus Tenebrio.

Tingkat pertumbuhan ulat hongkong termasuk sangat cepat. Panjangnya sendiri bisa mencapai ukuran lebih dari 2,5 cm dengan warna tubuh yaitu kekuning-kuningan. Sedangkan setelah dewasa dan berubah wujud menjadi kumbang, ukuran serangga ini biasanya sekitar 1,25-1,80 cm. Di kalangan petani, serangga T. molitor dikenal sebagai hama dari tanaman biji-bijian.

Adapun manfaat dari ulat hongkong untuk burung di antaranya :

  1. Meningkatkan birahi secara cepat
  2. Memperindah kualitas suara kicauan
  3. Menghangatkan suhu tubuh
  4. Meningkatkan daya tahan burung
  5. Menaikkan bobot burung sehingga lebih gemuk

 

Berikut ini perbedaan-perbedaan antara ulat kandang dan ulat hongkong yang perlu Anda ketahui :

  1. Ulat kandang memiliki nama latin Alphitobius diaperinus dan nama latin ulat hongkong adalah Tenebrio molitor.
  2. Meskipun sama-sama termasuk dalam famili Tenebrionidae, ulat kandang tergolong di genus Alphitobius serta ulat hongkong tergolong di genus Tenebrio.
  3. Rata-rata ukuran tubuh ulat kandang lebih pendek dan lebih kurus daripada ulat hongkong. Panjang tubuh ulat kandang biasanya sekitar 6-11 mm. Sedangkan panjang tubuh ulat hongkong bisa mencapai 25 mm.
  4. Ulat kandang mempunyai badan yang berwarna kehitam-hitaman atau kecokelat-cokelatan. Berbeda dengan badan ulat hongkong yang memiliki warna kekuning-kuningan.
  5. Dibandingkan dengan ulat kandang, ulat hongkong dapat memicu kicauan suara pada burung dalam waktu yang relatif lebih cepat. Tetapi pemberian ulat hongkong secara rutin dapat mengakibatkan kerontokan bulu dan kelebihan berat badan pada burung tersebut.

Setelah anda mengetahui perbedaan antara ulat kandang dengan ulat hongkong, saatnya kita melangkah ke Cara Budidaya Ulat Hongkong. Mari simak bersama uraian di bawah ini.

 

Artikel Terkait Panduan Cara Budidaya Ulat Jerman Step by Step

Cara Budidaya Ulat Hongkong Secara Tepat dan Benar dengan Kualitas Unggulan

  1. Persiapan Kandang Ulat Hongkong

Cara Budidaya Ulat Hongkong

Hal yang paling utama dalam Cara Budidaya Ulat Hongkong adalah mempersiapkan tempat untuk membudidayakan ulat hongkong itu sendiri. Untuk kandang ternak ulat hongkong sangatlah simple, Kita bisa menggunakan wadah berbahan triplek atau kayu, Bisa juga menggunakan kontainer plastik yang mudah didapat.

Idealnya kandang ulat hongkong mempunyai ukuran panjang 60 cm, lebar 40 cm, tinggi 7 cm, jika menggunakan triplek, bagian tepinya harus di lapisi lakban plastik keliling, Tujuannya agar ulat tidak keluar kandang. Buatlah rak dengan rangka kayu atau bambu untuk menyusun wadah-wadah tersebut.

Budidaya ulat hongkong tidak memerlukan tempat yang luas, Cukup memanfaatkan ruangan/gudang yang tidak terpakai atau didalam rumah, Yang penting terhindar dari binatang predator lain.

 

  1. Pemilihan induk Ulat

Setelah kandang sudah di persiapkan langkah selanjutnya dalam Cara Budidaya Ulat Hongkong yaitu pemilihan indukan ulat hongkong yang  kualitasnya bagus dan nantinya sangat berpengaruh pada hasil budidaya. Usahakan tidak lebih dari 2 kg, bertujuan agar ulat yang jadi kepompong ukurannya bisa besar-besar. Rata-rata panjang mencapai 15 mm dan lebar 4 mm . Sedangkan ulat hongkong dewasa dengan ukuran panjang rata-rata 15 mm, serta diameter rata-rata 3 mm akan mulai menjadi kepompong sekitar 7 – 10 hari lagi secara bergantian.

  1. Pengambilan kepompong

Pengambilan kepompong dapat dilakukan dalam waktu 3 hari sekali, agar kepompong yang sudah dipisah dan ditempatkan di dalam kotak tersendiri berkembang biak menjadi kumbang secara serentak.

  1. Pemilihan kepompong

Pada tahapan ini pemilihan kepompong harus dilakukan 3 hari sekali, dan kepompong yang dipilih haruslah yang sudah berwarna putih kecoklatan. Cara pengambilannya pun, harus hati-hati jangan sampai lecet atau cacat. Jika hal terjadi, maka kepompong bisa jadi akan mati dan busuk.

Kepompong yang sudah dipilih, ditaruh dalam kotak pemeliharan yang sudah diberi alas Koran sebelumnya. Selanjutnya, disebar sedemikian rupa. Jangan sampai bertumpuk, kemudian ditutup kembali memakai kertas koran hingga rapat.

 

Artikel Terkait Paduan Cara Budidaya Ulat Sutera Step by Step Di Rumah

  1. Kepompong menjadi kumbang

Pada usia mulai menginjak 10 hari kepompong akan menunjukkan tanda-tandanya akan menjadi kumbang jika sayap kumbang masih berwarna kecoklatan, jangan diambil dulu. Biarkan sampai berwarna hitam mengkilat, dan kumbang siap untuk ditelurkan. Satu kotak, kita tebari kumbang sekitar 250 gr, dan berikan kapas sebagai alas untuk bertelur si kumbang.

  1. Pembibitan ini dibiarkan hingga 7 hari

Setelah tujuh hari kumbang yang sudah terpisah dari kapas, diberi kapas baru lagi dan begitu seterusnya. Tingkat kematian pada kumbang ini, bisa mencapai 2 s/d 4% sekali turun.

  1. Pemisahan Kapas yang ada telurnya

Telur akan mulai menetas setelah berumur 10 hari. Setelah usia ulat mencapai 30 hari baru bisa kita pisahkan dari kapasnya.

  1. Pemberian Pakan Ulat Hongkong

 Cara Budidaya Ulat Hongkong

 

  • Pemberian Pakan untuk ulat bibit

Untuk satu kotak ulat bibit beri makanan sekitar 500 gr, dengan interval waktu empat hari sekali. Atau jika makanan sudah benar-benar bersih, dengan cara dikepal-kepal menjadi 3 bagian. Gunanya agar kepompong yang ada, tidak tertimbun oleh makanan karena jika hal ini terjadi kepompong akan busuk. Selain dedak dan ampas tahu, makanan untuk ulat bibit ini sebaiknya dicampur dengan tepung tulang atau pur, tujuannya supaya kepompong berukuran besar-besar.

  • Pemberian pakan untuk kumbang

Dalam pemberian pakan untuk kumbang jangan terlalu banyak serta caranya disebar merata sekitar 100 gr sekali makan /3 hari sekali.

  • Pemberian makan untuk ulat

Jika ulat masih ada dalam kapas, sebaiknya diberi pakan dengan sayuran capcay atau selada, cabut maksimal empat lembar sampai habis, dan sayuran tersebut dijemur dulu hingga setengah kering. Apabila makanan biasa, takarannya 100 gr dan disebar tunggu sampai makanan itu habis, baru diberi lagi.

Jika ulat sudah terpisah dari kapas, pemberian pakan sekitar 1 kg, dengan cara dikepal serta sebagian disebar merata. Sedangkan untuk ulat yang masih kecil, satu kotak sekitar 2 kg dengan ukuran ulat panjang 6 mm dan diameternya kurang lebih 1,5 mm (umur 30 – 60 hari). Untuk ulat dewasa (umur 60 – 90 hari), pemberian pakan 1,5 kg – 2 kg per kotak, dengan cara dikepal dan disebar sedikit.

Kandungan yang Terdapat dalam Ulat Hongkong

Pada kandungan yang dimiliki oleh Ulat Hongkong ini banyak manfaatnya. Oleh karena itu tak heran lagi apabila ulat hongkong sering di manfaatkan sebagai pakan burung. Adapun kandungan yang terdapat dalam ulat hongkong, antara lain:

  • Nutrisi
  • Protein kasar
  • Kadar abu
  • Kandungan ekstrak non nitrogen
  • Lemak kasar
  • Air

Artikel Terkait Paduan Cara Budidaya Udang Hias Step by Step

Manfaat Ulat Hongkong Bagi Burunga

Dari beberapa kandungan ulat hongkong yang telah disebutkan di atas, makan ulat hongkong cukup bermanfaat jika dijadikan sebagai makanan burung.

  1. Sebagai Makanan Burung

Hal ini juga dapat menghindari kebosanan yang dialami oleh burung jika hanya memakan makanan yang tidak variatif. Ulat hongkong dapat dijadikan makanan selingan sebagai pengganti makanan yang lain.

  1. Meningkatkan Kualitas Suara Burung

Selain itu ulat hongkong juga dipercaya dapat meningkatkan kualitas suara (ocehan) dari burung-burung ocehan. Sehingga ulat hongkong cukup digemari oleh masyarakat umum dan para penggemar burung ocehan atau burung pemakan serangga lainnya.

 

Pengaruh Ulat Hongkong Bagi Burung


Ulat hongkong memang bagus untuk perkembangan akan tetapi kalau diberikan berlebihan akan menimbulkan efek yang tidak bagus.Dibawah ini efek yang ditimbulkan dari ulat hongkong jika diberikan secara berlebihan :

  • Dapat menyebabkan tubuh burung menjadi panas dan over birahi lama-kelamaan akan terjadi rontok bulu secara cepat kalau diberikan secara over.
  • Dapat menyebabkan gangguan pencernaan
  • Dapat menyebabkan cacat fisik pada burung yaitu kebutaan permanen
  • Menambah biaya pakan

Demikian yang dapat kami sampai mengenai Cara Budidaya Ulat Hongkong. Semoga apa yang kami sampaikan berguna dan bermanfaat bagi anda semuanya khususnya bagi anda yang berminat untuk membudidayakan ulat hongkong ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *