Panduan Cara Budidaya Cacing Tanah Step by Step

Cara Budidaya Cacing TanahJumpa lagi bersama kami SuksesBudidaya, untuk kesempatan kali ini kai akan menyampai sebuah artikel mengenai Cara Budidaya Cacing Tanah. Untuk itu anda harus mengetahui terlebih dahulu Apa itu cacing tanah? Cacing tanah adalah salah satu hewan yang hidup dibawah permukaan tanah. Hewan ini banyak dijumpai saat kita menggali tanah yang basah atau lembab serta tanah yang banyak mengandung pupuk.

 

Cara Budidaya Cacing Tanah

Sebagian dari Anda mungkin tidak terpikirkan untuk budidaya cacing, memang cacing tanah merupakan salah satu hewan yang cukup dicari oleh beberapa kalangan seperti untuk bahan obat atau pakan burung. Namun sayangnya, walapun jumlah permintaan akan cacing tanah tinggi, para pelaku usaha umumnya kurang tertarik untuk berkecimpung di dunia usaha cacing tanah.

Cacing tanah ini ternyata memiliki banyak manfaat baik untuk pakan ternak maupun untuk obat bagi manusia. Kandungan protein yang ada pada dala tubuh cacing mampu menjadi sumber pakan protein yang bagi budidaya seperti ikan. Selain itu ternyata cacing tanah juga dapat diolah menjadi obat mujarab penurun panas bagi manusia.

Cacing tanah termasuk hewan tingkat rendah karena tidak mempunyai tulan belakang (invertebrata). Cacing tanah termasuk kelas Oligochaeta. Famili terpenting dari kelas ini Megascilicidae dan Lumbricidae Cacing tanah bukanlah hewan yang asing bagi masyarakat kita, terutama bagi masyarakat pedesaan. Namun hewan ini mempunyai potensi yang sangat menakjubkan bagi kehidupan dan kesejahteraan manusia.

 

Artikel Terkait Panduan Cara Budidaya Kelinci Step by Step Kualitas Terbaik

Jenis – Jenis Cacing Tanah dan Ciri Fisiknya

  1. Cacing Lumbricus Rubellus

 Ciri – Ciri fisiknya seperti :

  • Ukuran tubuh relatif kecil dengan panjang tubuh 6 – 8 cm.
  • Model tubuhnya yang pipih dengan bentuk ekor tumpul dan ujung ekor berwarna kuning
  • Pada tubuhnya berwarna merah kecoklatan
  • Gerakan relatif lambat
  • Mampu bertahan hidup dalam kumpulan yang padat
  • Mampu bertelur setiap 2 minggu sekali.

 

  1. Cacing African Night Crawler (ANC)

Ciri – Ciri fisiknya seperti :

  • Memiliki ukuran tubuh yang besar dengan panjang berkisar antara 20 – 30 cm
  • Bentuk ekor runcing
  • Gerakannya relatif lamban namun lebih cepat dibandngkan dengan tiger dan Lumbricus Rubellus.
  • Pada tubuhnya berwarna coklat kemerahan dan terlihat unggu di bagian kepalanya saat terkena cahaya langsung
  • Indukan cacing mampu bertelur setiap 29 hari
  1. Cacing Indian Blue

 Ciri – Ciri fisiknys seperti :

  • Mempunyai warna merah kebiruan makanya cacing ini disebut cacing biru atau indian blue.
  • Bentuk tubuh gilik dengan panjang tubuh 13 – 17 cm dan gerakannya lincah.
  • Mempunyai aroma kurang sedap hal ini wajar karena sebagai salahsatu pertahanan dari serangan predator.

 

  1. Cacing Tiger (Eisenia Fetida)

Ciri – Ciri fisiknya seperti :

  • Mempunyai bentuk dan panjang tubuh hampir sama dengan Lumbricus Rubellus, hanya saja segmen pada tubuhnya terlihat jelas hampir menyerupai macan dan lebih kekar.
  • Gerakan lebih lamban dibanding Lumbricus Rubellus.
  • Sama rakusnya dengan Lumbricus Rubellus
  • Perkembangbiakan cepat.

Artikel Terkait Panduan Cara Budidaya Cacing Merah Step by Step Kualitas Unggulan

Cara Budidaya Cacing Tanah Secara Tepat dan Benar

  1. Persiapan Lokasi dan kandang Budidaya Cacing

Cara Budidaya Cacing Tanah

Cara Budidaya Cacing Tanah yang pertama harus dilakukan adalah persiapan kandang budidaya. Kandang dalam bidang usaha budidaya sering menjadi masalah dan kendala paling utama, mengingat nilai investasi untuk membangun sebuah kandang tidak sedikit, begitu juga di bidang usaha budidaya cacing tanah ini.

Berbicara soal dana untuk membangun sebuah kandang budidaya cacing tanah, bagi saya tidak usah terlalu bagus  yang terpenting nyaman untuk cacing tanah saja sudah cukup namun perlu di perhatikan juga lingkungan sekitar yang akan kita gunakan sebagai kandang budidaya cacing tanah ini. Berikut langkah yang bisa kita ambi sebagai bahan acuan untuk pembuatan kandang yaitu :

  • Kandang ini berbentuk box kotak yang diisi media tanah untuk memelihara cacing.
  • Pembuatan tempat dan media budidaya cacing ini juga cukup mudah.
  • Anda hanya perlu membuat box kayu dengan ukuran 90 x 50 x 30 cm dengan jumlah yang menyesuaikan luas lahan untuk memelihara cacing tanah.
  • Untuk efisiensi lahan maka buatlah rak untuk menyusun box tadi.

Tanah yang diisikan pada box adalah tanah yang kaya humus seperti pupuk kompos atau pupuk kandang. Isi box dengan tanah humus hingga ketinggian 5-10 cm dari batas atas box. Pastikan tempat budidaya tidak terpapar cahaya matahari langsung dan basahi sedikit media tanah menggunaka air.

 

  1. Persiapan Pembibitan Cacing Tanah

 Cara Budidaya Cacing Tanah dalam tahap persiapan pembibitan harus diperlukan meramu media tumbuh, menyediakan bibit unggul, mempersiapkan kandang cacing dan kandang pelindung.

 

  1. Pemilihan Bibit Calon Induk

Seharusnya di dalam membudidayakan cacing tanah ini sebaiknya dilakukan secara komersial artinya gunakan bibit yang sudah ada dengan jumlah yang besar. Tetapi apabila akan dimulai dari skala kecil dapat juga dipakai bibit cacing tanah dari alam, yaitu dari tumpukan sampah yang membusuk atau dari tempat pembuangan kotoran hewan.

 

  1. Pemeliharaan Bibit Calon Induk

Pemeliharaan dapat dibagi menjadi beberapa cara :

  • Pemeliharaan cacing tanah sebanyak-banyaknya sesuai tempat yang digunakan. Cacing tanah dapat dipilih yang muda atau dewasa. Jika sarang berukuran tinggi sekitar 0,3 m, panjang 2,5 m dan lebar kurang lebih 1 m, dapat ditampung sekitar 10.000 ekor cacing tanah dewasa.
  • Pemeliharaan dimulai dengan jumlah kecil. Jika jumlahnya telah bertambah, sebagian cacing tanah dipindahkan ke bak lain.
  • Pemeliharaan kombinasi cara 1 dan 2.
  • Pemeliharaan khusus kokon sampai anak, setelah dewasa di pindah ke bak lain.
  • Pemeliharaan khusus cacing dewasa sebagai bibit.

Artikel Terkait Panduan Cara Budidaya Cacing Darah Step by Step

  1. Sistem Pemuliabiakan

Apabila media pemeliharaan telah siap dan bibit cacing tanah sudah ada, maka penanaman dapat segera dilaksanakan dalam wadah pemeliharaan. Bibit cacing tanah yang ada tidaklah sekaligus dimasukan ke dalam media, tetapi harus dicoba sedikit demi sedikit. Beberapa bibit cacing tanah diletakan di atas media, kemudian diamati apakah bibit cacing itu masuk ke dalam media atau tidak. Jika terlihat masuk, baru bibit cacing yang lain dimasukkan.

Setiap 3 jam sekali diamati, mungkin ada yang berkeliaran di atas media atau ada yang meninggalkan media (wadah). Apabila dalam waktu 12 jam tidak ada yang meninggalkan wadah berarti cacing tanah itu betah dan media sudah cocok. Sebaliknya bila media tidak cocok, cacing akan berkeliaran di permukaan media.

Untuk mengatasinya, media harus segera diganti dengan yang baru. Perbaikan dapat dilakukan dengan cara disiram dengan air, kemudian diperas hingga air perasannya terlihat berwarna bening (tidak berwarna hitam atau cokelat tua).

 

  1. Reproduksi danPerkawinan

Cacing tanah termasuk hewan hermaprodit, yaitu mempunyai alat kelamin jantan dan betina dalam satu tubuh. Oleh karena itu, untuk pembuahan, tidak dapat dilakukannya sendiri. Dari perkawinan sepasang cacing tanah, masing-masing akan dihasilkan satu kokon yang berisi telur-telur.

Kokon berbentuk lonjong dan berukuran sekitar 1/3 besar kepala korek api. Kokon ini diletakkan di tempat yang lembab. Dalam waktu 14-21 hari kokon akan menetas. Setiap kokon akan menghasilkan 2-20 ekor, rata-rata 4 ekor.

Diperkirakan 100 ekor cacing dapat menghasilkan 100.000 cacing dalam waktu 1 tahun. Cacing tanah mulai dewasa setelah berumur 2-3 bulan yang ditandai dengan adanya gelang (klitelum) pada tubuh bagian depan. Selama 7-10 hari setelah perkawinan cacing dewasa akan dihasilkan 1 kokon.

Apabila anda haya ingin membudidayakan dalam skala kecil (kurang dari 10 box) maka anda bisa mencari bibit cacingnya langsung ditanah yang lembab dan banyak sampah/kotoran organik. Untuk 10 box anda bisa mencari antara 500 – 1000 cacing dengan berbagai ukuran. Agar bibit cacing menjadi lebih banyak, ikuti langkah berikut :

 

  • Siapkan sebuah box khusus pembiakan bibit cacing lumbricus rubellus
  • Isi dengan bibit cacing yang diperoleh dari alam bebas tadi
  • Tunggu hingga 2 bulan sambil terus diberi makan berupa kompos seperti daun-daunan / sayuran kering.
  • Setelah 2 bulan maka cacingnya sudah berkembang biak menjadi banyak dan bisa dipindahkan ke media budidaya yang sudah didiapkan sebelumnya.

 

  1. Pemindahan Bibit Cacing

Cara Budidaya Cacing Tanah pada tahapan ke tiga ini harus dilakukan secara hati – hati. Apabila dilakukan secara asal – asalan akan mengakibatkan bibit cacing ini stress bahkan bisa mati. Untuk memindahkan bibit cacing ke media box maka lakukan langkah berikut ini :

  • Basahi tanah dalam media box budidaya terlebih dahulu
  • Pastikan pH tanahnya normal antara 5,5 – 7,5
  • Isi tiap box dengan 50-100 ekor cacing
  • Perhatikan pada hari pertama. Anda harus memeriksa tiap 3 jam sekali apakah ada cacing yang keluar atau tidak. Jika ada cacing yang keluar dan berusaha pergi dari box itu karena ia merasa tidak nyaman dengan kondidi tanah dalam box mungkin karena kadar pH yang tidak tepat atau suhu yang terlalu panas atau terlalu dingin.

 

  1. Pemberian Pakan Cacing Tanah

Kunci sukses dalan Cara Budidaya cacing Tanah ini salah satunya adalah pemberian pakan. Yah, dalam memberikan pakan terhadap cacing tanah harus diberikan dengan pakan yang berkualitas. Biasanya cacing ini menyukai bahan-bahan organik sebagai makanannya. Kompos dan pupuk kandang bisa menjadi sumber pakan bagi cacing. Untuk kompos, anda bisa memanfaatkan sampah daun kering atau limbah sayuran dan pupuk kandangnya anda bisa mengambul dari berbagai jenis.

Tetapi yang paling terbaik adalah kotoran hewan dari sapi maupun kerbau. Ada yang perlu diperhatikan yakni sebaiknya pakan yang diberikan sudah dalam keadaan gembur (halus). Hal ini untuk memudahkan pencernaan cacing nantinya. Utamanya ialah saat pemberian pakan kompos seperti limbah sayuran yang umumnya masih kasar.

Nah untuk menghaluskannya maka gunakanlah metode bokashi atau fermentasi. Caranya cukup mudah yakni :

  • Siapkan seember air lalu larutkan 1/4 kg gula atau tetes tebu
  • Campurkan sebotol EM4 pada larutan gula tersebut.
  • Simpan di tempat gelap minimal 24 jam (semakin lama semakin baik)
  • Kumpulkan sisa sayuran / sisa buah-buahan / bahan kompos lalu percikkan larutan EM4 tadi secara merata.
  • Tutup dan tunggu 1-2 hari.
  • Kini limbah kompos siap diberikan pada cacing.

Hal yang perlu diperhatikan dalam pemberian pakan pada cacing tanah, antara lain :

  • Pakan yang diberikan harus dijadikan bubuk atau bubur dengan cara diblender
  • Bubur pakan ditaburkan rata di atas media, tetapi tidak menutupi seluruh permukaan media, sekitar 2-3 dari peti wadah tidak ditaburi pakan
  • Pakan ditutup dengan plastik, karung , atau bahan lain yang tidak tembus cahaya
  • Pemberian pakan berikutnya, apabila masih tersisa pakan terdahulu, harus diaduk dan jumlah pakan yang diberikan dikurangi
  • Bubur pakan yang akan diberikan pada cacing tanah mempunyai perbandingan air 1:1
  1. Menganti Media Tanah

Karena perkembangbiakan cacing ini sangat pesat, maka tanah yang sudah terlalu banyak cacing dan kokon (telur) harus diganti. Penggantian biasa dilakukan tiap 1-2 bulan sekali. Yakni Cacing dikeluarkan semuanya dari media tanah lalupindahkan ke media tanah yang baru. Nah, tanah kascing (bekas cacing) ini didiamkan agar kokon menetas dan mengembangkan cacing-cacing baru.

 

  1. Mengatasi Hama dan Penyakit

 Nah, pada Cara Budidaya Cacing Tanah ini untuk mengatasi hama dan penyakit dapat dilakukan dengan cara selalu mengontrol kondisi kandang setiap tiga kali dalam sehari. Keberhasilan budidaya cacing tanah tidak terlepas dari pengendalian terhadap hama dan musuh cacing tanah. Beberapa hama dan musuh cacing tanah antara lain: semut, kumbang, burung, kelabang, lipan, lalat, tikus, katak, tupai, ayam, itik, ular, angsa, lintah, kutu dan lain-lain.

Musuh yang juga ditakuti adalah semut merah yang memakan pakan cacing tanah yang mengandung karbohidrat dan lemak. Padahal kedua zat ini diperlukan untuk penggemukan cacing tanah.

 

Artikel Terkait Panduan Cara Budidaya Semut Rangrang Berkualitas Unggulan

  1. Pemanenan Cacing Tanah

Cara Budidaya Cacing Tanah

Semua orang pasti mengharapkan hasil panen budidaya yang sudah dilakukan. Dalam Cara Budidaya Cacing Tanah, panen cacing dapat dilakukan setiap 6 bulan sekali. Terdapat dua keuntungan yang dapat kita peroleh yakni cacing itu sendiri dan tanah kascing yang bisa dijual sebagai pupuk organik mahal karena mengndung unsur hara yang terurai sempurna.

Dalam beternak cacing tanah ada dua hasil terpenting (utama) yang dapat diharapkan, yaitu biomas (cacing tanah itu sendiri) dan kascing (bekas cacing). Panen cacing dapat dilakukan dengan berbagai cara salah satunya adalah dengan mengunakan alat penerangan seperti lampu petromaks, lampu neon atau bohlam. Cacing tanah sangat sensitif terhadap cahaya sehingga mereka akan berkumpul di bagian atas media. Kemudian kita tinggal memisahkan cacing tanah itu dengan medianya.

Ada cara panen yang lebih ekonomis dengan membalikan sarang. Dibalik sarang yang gelap ini cacing biasanya berkumpul dan cacing mudah terkumpul, kemudian sarang dibalik kembali dan pisahkan cacing yang tertinggal.

Apabila ketika panen sudah terlihat adanya kokon (kumpulan telur), maka sarang dikembalikan pada wadah semula dan diberi pakan hingga sekitar 30 hari. Dalam jangka waktu itu, telur akan menetas. Dan cacing tanah dapat diambil untuk dipindahkan ke wadah pemeliharaan yang baru dan kascingnya siap di panen.

 

Demikian yang dapat kami sampai untuk kesempatan kali ini tentang Cara Budidaya Cacing Tanah. Semoga apa yang kami sampaikan ini dapat bermanfaat serta berguna bagi anda semuanya. Terimakasih

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *